Hangatkan Muharram dengan Aksi Nyata, DWP Nganjuk Salurkan Santunan bagi Anak Yatim, Lansia & Dhuafa
- 17-07-2026
Nganjuk, PING – Peringatan Hari Lahir Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) ke-20 Tahun 2026 di Pendopo KRT Sosrokoesoemo, Kabupaten Nganjuk, Jumat (10/7/2026), menjadi momentum penting bagi penguatan organisasi perangkat desa. Selain pengukuhan pengurus PPDI tingkat kecamatan se-Kabupaten Nganjuk, kegiatan tersebut juga menjadi ajang konsolidasi perjuangan perangkat desa di tingkat daerah maupun nasional.
Ketua PPDI Provinsi Jawa Timur, Sutoyo M. Muslih, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi atas kekompakan PPDI Kabupaten Nganjuk. Menurutnya, organisasi yang solid akan mampu menjadi kekuatan besar dalam memperjuangkan aspirasi perangkat desa sekaligus mendukung pembangunan daerah.
"Saya mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus PPDI kecamatan yang hari ini telah dikukuhkan. Semoga mampu menjaga kekompakan, guyub, rukun, serta menjadi mitra strategis pemerintah di tingkat kecamatan maupun desa," ujar Sutoyo.

Ia menyampaikan bahwa usia 20 tahun merupakan fase kedewasaan organisasi. Karena itu, PPDI dituntut semakin profesional dalam menjalankan fungsi organisasi sekaligus memperjuangkan kepentingan perangkat desa melalui jalur yang konstitusional.
Menurutnya, saat ini PPDI Pusat masih terus melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat guna memperjuangkan penguatan status perangkat desa. Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai forum bersama Kementerian Dalam Negeri hingga Kantor Staf Presiden.
"Perjuangan kita tinggal selangkah lagi. Saat ini PPDI terus berkomunikasi dengan pemerintah pusat agar perangkat desa memiliki kepastian status yang semakin kuat dalam sistem pemerintahan. Ini bukan hanya perjuangan untuk satu daerah, tetapi untuk seluruh perangkat desa di Indonesia," jelasnya.
Sutoyo juga mengungkapkan bahwa PPDI Jawa Timur tetap berkomitmen memperjuangkan agar perangkat desa memiliki identitas tersendiri sebagai aparatur pemerintah desa tanpa harus kehilangan karakteristiknya.

Selain membahas perjuangan organisasi, Sutoyo juga menyoroti pentingnya peningkatan kesejahteraan perangkat desa melalui pengembangan usaha produktif. Ia menjelaskan bahwa kerja sama PPDI dengan Bank Jatim melalui program Kredit Multiguna (KMG) bertujuan membantu perangkat desa memperoleh tambahan modal usaha.
"KMG jangan dipakai untuk konsumtif. Gunakan sebagai modal usaha produktif sehingga mampu menambah pendapatan keluarga. Banyak contoh perangkat desa yang berhasil mengembangkan peternakan maupun usaha lain dari fasilitas tersebut," ungkapnya.
Ia menilai perangkat desa memiliki peluang besar menjadi pelaku usaha sekaligus penggerak ekonomi desa di luar jam kerja sebagai aparatur pemerintahan.
Sementara itu, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyatakan dukungannya terhadap berbagai upaya peningkatan kapasitas dan kesejahteraan perangkat desa. Menurutnya, pemerintah daerah akan terus membuka ruang komunikasi dengan PPDI agar setiap persoalan dapat diselesaikan melalui dialog dan kolaborasi.

Kang Marhaen juga berharap kepengurusan PPDI yang baru mampu menjadi jembatan komunikasi antara perangkat desa, pemerintah kecamatan, pemerintah kabupaten, hingga pemerintah pusat sehingga berbagai aspirasi dapat diperjuangkan secara lebih efektif.
"Kita ingin PPDI semakin kuat sebagai organisasi yang mampu memperjuangkan anggotanya sekaligus tetap mengedepankan pelayanan kepada masyarakat. Kolaborasi yang baik akan membawa manfaat besar bagi pembangunan desa di Kabupaten Nganjuk," ujar Kang Marhaen.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pengukuhan pengurus PPDI tingkat kecamatan se-Kabupaten Nganjuk. Dengan terbentuknya kepengurusan baru, diharapkan koordinasi organisasi semakin kuat, pelayanan kepada masyarakat semakin profesional, serta perjuangan meningkatkan kesejahteraan perangkat desa dapat terus berlanjut secara berkesinambungan.