Hangatkan Muharram dengan Aksi Nyata, DWP Nganjuk Salurkan Santunan bagi Anak Yatim, Lansia & Dhuafa
- 17-07-2026
Nganjuk, PING – Pemerintah Kabupaten Nganjuk secara resmi mengawali kegiatan Pra Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), tes kebugaran, dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi peserta didik baru Sekolah Rakyat Kabupaten Nganjuk Tahun Ajaran 2026/2027, Selasa (14/7/2026). Kegiatan yang digelar di Alun-Alun Nganjuk dan Pendopo KRT Sosrokoesoemo tersebut dibuka langsung oleh Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi.
Dalam sambutannya, Bupati Marhaen menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan program strategis pemerintah yang bertujuan memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Menurutnya, seluruh peserta didik yang diterima di Sekolah Rakyat mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkembang dan meraih cita-cita tanpa terhalang kondisi ekonomi keluarga.

“Jangan bunuh mimpi kalian karena kemiskinan atau karena ekonomi. Siapa pun bisa menjadi apa pun. Yang terpenting adalah semangat, disiplin, dan kemauan untuk terus belajar,” pesan Bupati Marhaen kepada para siswa.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Marhaen juga mengajak para orang tua untuk memberikan dukungan penuh kepada putra-putrinya selama menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat. Ia menekankan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada pemerintah dan sekolah, tetapi juga membutuhkan keikhlasan, doa, serta dukungan keluarga.
“Orang tua harus yakin dan mendukung anak-anaknya. Sekolah Rakyat ini adalah kesempatan yang sangat baik untuk menyiapkan generasi masa depan yang unggul, mandiri, dan berdaya saing,” imbuhnya.
Selain memberikan motivasi kepada para peserta didik, Bupati Marhaen juga memperkenalkan gambaran kehidupan di lingkungan Sekolah Rakyat yang menerapkan pendidikan berasrama dengan penekanan pada pembentukan karakter, kedisiplinan, nilai-nilai keagamaan, serta pengembangan potensi akademik dan nonakademik.

Ia berharap seluruh peserta didik mampu memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya serta tumbuh menjadi generasi yang memiliki mental juara, tangguh menghadapi tantangan, dan mampu mengangkat derajat keluarga melalui pendidikan.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Nganjuk, Haris Jatniko, dalam laporannya menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan akses pendidikan yang bermutu, inklusif, dan terjangkau bagi masyarakat, khususnya keluarga pada desil 1 dan desil 2.
“Dengan berdirinya Sekolah Rakyat di Kabupaten Nganjuk, diharapkan dapat memberikan harapan baru bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan yang layak serta membuka kesempatan yang lebih besar dalam meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Haris menjelaskan, pelaksanaan tes kebugaran dan cek kesehatan gratis menjadi langkah awal operasional Sekolah Rakyat. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengukur kemampuan fisik dasar peserta didik, mengidentifikasi faktor risiko kesehatan, serta menjadi dasar penyusunan program pembelajaran dan pembinaan yang sesuai dengan kondisi masing-masing siswa.
Sebanyak 199 peserta didik baru mengikuti kegiatan tersebut yang terdiri dari 90 siswa masing-masing jenjang SMP dan SMA untuk tes kebugaran, serta 19 siswa SD dan 90 siswa masing-masing jenjang SMP dan SMA untuk pemeriksaan kesehatan gratis.

Pelaksanaan Sekolah Rakyat mengacu pada Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem, Peraturan Presiden Nomor 120 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Sekolah Rakyat, serta Keputusan Menteri Sosial Nomor 63/HUK/2026 tentang Tata Cara Penerimaan Peserta Didik Sekolah Rakyat.
Kegiatan Pra MPLS, tes kebugaran, dan Cek Kesehatan Gratis ini menjadi langkah awal sebelum dimulainya kegiatan belajar mengajar secara penuh di Sekolah Rakyat Kabupaten Nganjuk. Pemerintah Kabupaten Nganjuk bersama Kementerian Sosial Republik Indonesia berkomitmen untuk terus mendukung penyelenggaraan Sekolah Rakyat sebagai upaya menghadirkan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh anak bangsa.