Hangatkan Muharram dengan Aksi Nyata, DWP Nganjuk Salurkan Santunan bagi Anak Yatim, Lansia & Dhuafa
- 17-07-2026
Nganjuk, PING – Sekolah Rakyat Terintegrasi di Kabupaten Nganjuk dijadwalkan mulai beroperasi pada 31 Juli 2026. Sebanyak 180 peserta didik jenjang SMP dan SMA telah ditetapkan sebagai siswa Sekolah Rakyat, sementara proses penjangkauan peserta didik jenjang SD masih terus dilakukan untuk memenuhi kuota yang tersedia.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Sekolah Rakyat Nganjuk, Iqbal Tawakkal, menjelaskan bahwa berdasarkan data yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati, saat ini terdapat 90 siswa SMP dan 90 siswa SMA yang siap mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat.
“Untuk siswa SMP sebanyak 90 anak dan SMA 90 anak sesuai kuota yang tersedia. Sedangkan untuk jenjang SD saat ini terdata 19 siswa dan masih terus dilakukan penjangkauan hingga memenuhi kuota yang disediakan,” ujarnya.

Menurut Iqbal, sebelum memasuki masa pendidikan secara penuh, para peserta didik terlebih dahulu mengikuti rangkaian pra Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), yang diawali dengan tes kesehatan dan tes kebugaran. Kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk memperkenalkan sistem pendidikan Sekolah Rakyat kepada para calon siswa.
Ia menjelaskan, MPLS di Sekolah Rakyat memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan sekolah reguler. Selain mengacu pada ketentuan MPLS yang berlaku, Sekolah Rakyat juga memperkenalkan materi-materi keasramaan sebagai bekal bagi siswa yang akan menjalani pendidikan berbasis boarding school.
“Karena Sekolah Rakyat menerapkan sistem berasrama, maka anak-anak juga diperkenalkan dengan keterampilan dasar hidup dan kemandirian selama tinggal di asrama. Ini menjadi salah satu ciri khas yang membedakan Sekolah Rakyat dengan sekolah reguler,” jelasnya.
Lebih lanjut, Iqbal menyampaikan bahwa seluruh peserta didik akan tinggal di asrama selama menempuh pendidikan. Sistem pendidikan terintegrasi yang diterapkan memungkinkan peserta didik untuk melanjutkan pendidikan dari jenjang SD hingga SMA dalam lingkungan Sekolah Rakyat.

Sementara itu, Direktur Pemberdayaan Masyarakat Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial RI, Andrianus Alla, memastikan bahwa seluruh kebutuhan peserta didik Sekolah Rakyat akan dipenuhi oleh pemerintah.
Menurutnya, setiap siswa akan mendapatkan fasilitas pendidikan dan kebutuhan dasar secara lengkap, mulai dari makan tiga kali sehari, dua kali makanan ringan, seragam sekolah, sepatu, perlengkapan belajar, hingga kebutuhan pribadi sehari-hari.
“Untuk fasilitas anak-anak di Sekolah Rakyat semuanya dipenuhi. Mereka mendapatkan makan tiga kali sehari, dua kali snack, seragam, sepatu, perlengkapan sekolah, serta kebutuhan pribadi dan kebersihan diri,” ungkap Andrianus.
Selain itu, untuk mendukung proses pembelajaran, setiap peserta didik akan mendapatkan laptop, sementara ruang kelas dilengkapi dengan smartboard. Fasilitas asrama juga disiapkan untuk menunjang kenyamanan siswa selama tinggal dan belajar di lingkungan Sekolah Rakyat.
“Tiap anak nantinya mendapatkan laptop untuk pembelajaran. Di kelas menggunakan smartboard dan asrama dilengkapi fasilitas yang mendukung kenyamanan serta keamanan siswa,” tambahnya.
Terkait kesiapan sarana dan prasarana, Andrianus menyampaikan bahwa pembangunan gedung Sekolah Rakyat Nganjuk telah mencapai sekitar 91 persen. Pekerjaan pembangunan terus dikebut agar seluruh fasilitas dapat digunakan secara fungsional pada saat operasional dimulai.

“Progres pembangunan terakhir yang kami cek sudah mencapai sekitar 91 persen. Kami meminta pelaksana terus mempercepat pekerjaan agar pada 31 Juli 2026 seluruh bangunan siap digunakan secara fungsional,” jelasnya.
Secara nasional, Kementerian Sosial RI menargetkan pengembangan Sekolah Rakyat secara bertahap di seluruh Indonesia. Pada tahap awal, sebanyak 93 Sekolah Rakyat permanen akan mulai beroperasi. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu melalui sistem pendidikan yang terintegrasi dan berasrama.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat dan daerah, Sekolah Rakyat Kabupaten Nganjuk diharapkan menjadi wadah lahirnya generasi muda yang mandiri, berkarakter, dan memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik.