Hangatkan Muharram dengan Aksi Nyata, DWP Nganjuk Salurkan Santunan bagi Anak Yatim, Lansia & Dhuafa
- 17-07-2026
Nganjuk, PING – Upaya menekan angka perkawinan anak di Kabupaten Nganjuk terus diperkuat. Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Nganjuk menggelar Sosialisasi Pencegahan Perkawinan Anak (CEPAK) dan Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja bagi siswa-siswi SMA, MA, dan SMK se-Kecamatan Prambon di Pendopo Kecamatan Prambon, Selasa (14/7/2026).
Kegiatan yang diikuti ratusan pelajar tersebut menjadi bagian dari komitmen TP PKK Kabupaten Nganjuk dalam membangun kesadaran generasi muda mengenai pentingnya merencanakan masa depan, mencegah pernikahan usia dini, serta menciptakan keluarga yang sehat, berkualitas, dan sejahtera.

Ketua TP PKK Kabupaten Nganjuk, Ny. Yuni Marhaen, dalam sambutannya mengajak seluruh pelajar untuk memanfaatkan masa remaja sebagai waktu terbaik menuntut ilmu, mengembangkan bakat, dan mempersiapkan masa depan. Menurutnya, pernikahan merupakan keputusan besar yang memerlukan kesiapan secara menyeluruh, bukan sesuatu yang dilakukan karena tekanan lingkungan maupun tren sesaat.
"Anak berhak tumbuh, belajar, bermain, dan mengembangkan potensinya. Menikah bukan perlombaan, tetapi keputusan besar yang membutuhkan kesiapan. Pendidikan adalah investasi terbaik bagi masa depan anak," tegas Ny. Yuni Marhaen di hadapan para peserta.
Ia menjelaskan bahwa kesiapan memasuki kehidupan berumah tangga tidak hanya diukur dari usia, tetapi juga harus didukung oleh kematangan fisik, mental, emosional, sosial, serta kemampuan ekonomi. Dengan bekal pendidikan yang baik, generasi muda akan memiliki kesempatan lebih besar untuk meraih cita-cita sekaligus membangun keluarga yang harmonis di masa mendatang.

Sebelum memasuki sesi utama, TP PKK Kabupaten Nganjuk memberikan apresiasi kepada 10 siswa berprestasi dari Kecamatan Prambon. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk motivasi agar para pelajar terus mengembangkan potensi diri, meningkatkan prestasi akademik maupun nonakademik, serta menjadi teladan bagi teman sebaya.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif ketika peserta mengikuti sesi edukasi mengenai kesehatan reproduksi remaja dan pencegahan perkawinan anak yang disampaikan oleh Ketua Bidang I TP PKK Kabupaten Nganjuk. Dalam pemaparannya, peserta diberikan pemahaman mengenai dampak negatif pernikahan dini terhadap kesehatan, pendidikan, kondisi psikologis, hingga kesejahteraan keluarga.
Selain memperkuat wawasan, sosialisasi tersebut juga mendorong para remaja agar berani mengambil keputusan yang bertanggung jawab, mampu menjaga kesehatan reproduksi, serta terhindar dari berbagai risiko yang dapat menghambat masa depan mereka.

Melalui Gerakan CEPAK, TP PKK Kabupaten Nganjuk berharap para pelajar semakin memahami pentingnya menyelesaikan pendidikan, mengembangkan kompetensi diri, dan merencanakan masa depan secara matang. Edukasi sejak dini dinilai menjadi langkah strategis dalam menekan angka perkawinan anak sekaligus mendukung terwujudnya generasi emas Kabupaten Nganjuk yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.
TP PKK Kabupaten Nganjuk juga menegaskan bahwa pencegahan perkawinan anak merupakan tanggung jawab bersama. Sinergi antara keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang mampu melindungi hak-hak anak untuk tumbuh, belajar, dan menggapai cita-citanya tanpa harus kehilangan masa depan akibat pernikahan di usia dini.