BPBD Nganjuk Bantu Evakuasi Jenazah dari Sungai Brantas Kertosono
- 16-09-2026
Nganjuk, PING – Gerakan Pramuka Kabupaten Nganjuk terus memperkuat perannya sebagai wadah pembinaan generasi muda yang berkarakter, mandiri dan memiliki kepedulian sosial. Komitmen tersebut kembali diteguhkan melalui Upacara Ulang Janji dan Renungan Hari Pramuka ke-65 yang digelar di Pendopo K.R.T. Sosrokoesoemo, Nganjuk, Rabu malam (12/8/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Nganjuk itu berlangsung khidmat dan diikuti Anggota Majelis Pembimbing Cabang, pengurus Kwarcab, pelatih, DKC, pengurus Kwarran, DKR, Pamong Saka, Kamabigus, serta perwakilan pembina se-Kwarcab Nganjuk.
Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Nganjuk, Kakak Sopingi, memimpin langsung prosesi Ulang Janji dan Renungan.
Bagi Gerakan Pramuka, Ulang Janji bukan sekadar prosesi seremonial. Momentum tersebut menjadi kesempatan untuk kembali menghayati Satya dan Darma Pramuka sekaligus melakukan refleksi atas pengabdian yang telah dilakukan.
Dalam suasana malam yang penuh keheningan, seluruh peserta kembali meneguhkan komitmen untuk menjadikan nilai-nilai kepramukaan sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam laporannya, Ketua Kwarcab Nganjuk Kakak Sopingi menyampaikan berbagai perkembangan dan capaian Gerakan Pramuka Nganjuk. Salah satu capaian yang menjadi kebanggaan adalah keberhasilan Nganjuk mengirimkan kontingen ke Jambore Nasional (Jamnas) di Cibubur. Kontingen tersebut terdiri atas 32 Pramuka Penggalang dan lima anggota Pramuka berkebutuhan khusus atau disabilitas.

Keikutsertaan anggota Pramuka disabilitas menjadi bukti bahwa Gerakan Pramuka Nganjuk terus mendorong pembinaan yang inklusif. Setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, berkarya dan menunjukkan kemampuan terbaiknya melalui kegiatan kepramukaan.
“Jumlah Pramuka Garuda di Nganjuk saat ini mencapai 3.100 anggota,” terang Kakak Sopingi. Jumlah tersebut menempatkan Nganjuk sebagai salah satu daerah dengan jumlah Pramuka Garuda terbesar di Jawa Timur, yakni berada di posisi kedua setelah Kabupaten Trenggalek.
Kaderisasi tersebut akan terus dilanjutkan. Kwarcab Nganjuk merencanakan pelantikan Pramuka Garuda berikutnya pada November mendatang, bertepatan dengan momentum Hari Pahlawan.
Tidak hanya membangun kualitas peserta didik, Kwarcab Nganjuk juga memberikan perhatian besar terhadap peningkatan kapasitas para pembina dan pelatih.
Melalui Pusdiklatcab Nganjuk, hingga kini telah lahir sebanyak 2.098 pembina mahir dan pelatih yang berasal dari berbagai jenjang pendidikan kepramukaan, mulai Kursus Mahir Dasar (KMD), Kursus Mahir Lanjutan (KML), Kursus Pelatih Pembina Pramuka Tingkat Dasar (KPD), hingga Kursus Pelatih Pembina Pramuka Tingkat Lanjutan (KPL).
Capaian tersebut menjadi modal penting bagi keberlanjutan pembinaan Pramuka di Kabupaten Nganjuk. Sebab, kualitas peserta didik sangat ditentukan oleh kapasitas pembina yang mendampingi proses pendidikan mereka.
Kiprah Pramuka Nganjuk juga tidak berhenti pada kegiatan pendidikan dan kaderisasi. Semangat pengabdian diwujudkan melalui aksi sosial yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

Salah satunya melalui program bedah rumah yang dilaksanakan bekerja sama dengan BAZNAS. Saat ini, anggota Pramuka Nganjuk tengah terlibat dalam program bedah rumah bagi tujuh unit rumah warga yang membutuhkan.
Program tersebut menjadi bentuk nyata implementasi Darma Pramuka, khususnya dalam membangun kepedulian terhadap sesama dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Kegiatan sosial semacam ini sekaligus menjadi ruang pendidikan bagi anggota Pramuka agar mereka tidak hanya memahami nilai kepedulian secara teori, tetapi mengalami dan mempraktikkannya secara langsung.
Tidak berhenti pada capaian saat ini, Kwarcab Nganjuk juga mulai menatap agenda kepramukaan di tingkat internasional.
Rencana pengiriman kontingen untuk mengikuti Jambore Dunia di Polandia pada Agustus 2027 menjadi salah satu agenda yang dipersiapkan.
Keikutsertaan dalam kegiatan internasional tersebut diharapkan dapat membuka wawasan anggota Pramuka Nganjuk, memperluas jejaring, serta memberikan pengalaman berharga dalam berinteraksi dengan anggota kepanduan dari berbagai negara.

Peringatan Hari Pramuka ke-65 tahun ini mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045.”
Tema tersebut menjadi pengingat bahwa Gerakan Pramuka memiliki posisi strategis dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya memiliki karakter kuat, tetapi juga keterampilan, kemandirian, kreativitas dan kepedulian terhadap pembangunan.
Bagi Kwarcab Nganjuk, semangat tersebut harus diwujudkan melalui gerakan nyata di tengah masyarakat. Pramuka diharapkan mampu belajar dari lingkungan, menggali potensi daerah, memanfaatkan kearifan lokal dan menjadikannya sebagai bagian dari proses pembentukan karakter.
Dari Nganjuk, gerakan itu terus digaungkan. Dengan ribuan Pramuka Garuda, ribuan pembina dan pelatih, kegiatan sosial yang terus bergerak serta kaderisasi yang berkelanjutan, Kwarcab Nganjuk berkomitmen menjadikan Gerakan Pramuka sebagai salah satu kekuatan dalam membentuk generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan.