#

Bupati Marhaen: Pramuka Harus Bentuk Generasi Berkarakter, Bukan Sekadar Anak yang Berani

Nganjuk, PING – Bupati Nganjuk sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab) Gerakan Pramuka Nganjuk, Kakak Marhaen Djumadi, menegaskan pentingnya Gerakan Pramuka sebagai ruang pendidikan karakter bagi generasi muda.

Pesan tersebut disampaikan Bupati Marhaen saat menghadiri Upacara Ulang Janji dan Renungan Hari Pramuka ke-65 di Pendopo K.R.T. Sosrokoesoemo, Nganjuk, Rabu malam (12/8/2026).

Kegiatan yang digelar Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Nganjuk tersebut menjadi momentum refleksi sekaligus peneguhan kembali komitmen seluruh anggota Pramuka untuk mengamalkan Satya dan Darma dalam kehidupan sehari-hari.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Kwarcab Nganjuk Kakak Sopingi, jajaran Forkopimda, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi, perwakilan Kantor Kementerian Agama Nganjuk, sejumlah kepala OPD, para camat, Korwil, Kamabigus, pembina, pelatih, pengurus Kwarran dan DKR, Pamong Saka serta unsur Gerakan Pramuka lainnya.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Bupati Marhaen juga memimpin tasyakuran sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan dan pengabdian Gerakan Pramuka di Kabupaten Nganjuk.

Dalam arahannya, Bupati Marhaen menekankan bahwa pendidikan karakter melalui Gerakan Pramuka harus dilakukan dengan pendekatan yang tepat. Menurutnya, pembinaan generasi muda tidak semestinya dibangun melalui rasa takut. Sebaliknya, pendidikan karakter harus tumbuh melalui keteladanan, pengalaman, kebersamaan dan proses pembelajaran yang menyenangkan.

“Pramuka tidak cukup hanya membentuk anak yang berani, tetapi juga harus membentuk anak yang mampu menghargai, bertanggung jawab, mandiri, dan memiliki kepedulian terhadap sesama,” tutur Kang Marhaen sapaan akrabnya.

Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa keberhasilan pendidikan kepramukaan tidak hanya diukur dari keberanian seorang anggota dalam menghadapi tantangan.

Lebih dari itu, seorang Pramuka harus memiliki kemampuan menghargai orang lain, bertanggung jawab terhadap tugas, mampu berdiri secara mandiri, serta peka terhadap kondisi masyarakat di sekitarnya.

Karena itu, Kang Marhaen mendorong agar pendidikan kepramukaan di Kabupaten Nganjuk terus menggali kearifan lokal. Menurutnya, lingkungan dan potensi daerah dapat menjadi sumber pembelajaran yang kuat untuk membentuk karakter generasi muda.

Pramuka dapat belajar dari masyarakat, budaya, lingkungan, pertanian hingga berbagai potensi lokal yang ada di Kabupaten Nganjuk. Dengan demikian, pendidikan kepramukaan tidak terpisah dari kehidupan sehari-hari, tetapi justru hadir dan tumbuh bersama masyarakat.

Selain karakter, Kang Marhaen juga menyoroti pentingnya nilai spiritualitas dalam Gerakan Pramuka. Ia menegaskan bahwa keimanan dan ketakwaan tidak boleh berhenti sebagai formalitas, tetapi harus menjadi nilai yang mengarahkan seseorang dalam menjalankan setiap aktivitas dan pengabdian.

“Pramuka mengajarkan kita spiritualitas mendalam untuk mengarahkan segala sesuatu kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kita dilatih untuk memiliki kesabaran revolusioner dalam mendidik adik-adik kita, serta menyadari bahwa pengabdian kita adalah sarana ibadah,” ujarnya.

Menurutnya, menjadi pembina maupun anggota Pramuka membutuhkan kesabaran dan keteladanan. Terlebih dalam proses mendidik generasi muda, hasil pembinaan tidak selalu dapat terlihat dalam waktu singkat. Karena itu, diperlukan konsistensi untuk terus mendampingi, memberi contoh dan menciptakan pengalaman belajar yang mampu membentuk karakter.

Kang Marhaen juga mengajak seluruh anggota Pramuka untuk tidak melupakan sejarah. Ia mengingatkan prinsip “Jas Merah” atau Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah sebagai bagian penting dalam menjaga jati diri Gerakan Pramuka.

Sejarah perjuangan kepanduan di Indonesia, termasuk momentum ketika Presiden Soekarno menyerahkan panji-panji Gerakan Pramuka kepada tokoh-tokoh kepanduan nasional, perlu terus dikenalkan kepada generasi muda.

Menurutnya, seragam Pramuka yang dikenakan para anggota bukan sekadar pakaian organisasi. Di baliknya terdapat sejarah panjang perjuangan dan cita-cita untuk membentuk generasi Indonesia yang memiliki karakter kebangsaan.

Kehadiran Bupati Marhaen dalam kegiatan tersebut juga menunjukkan perhatian pemerintah daerah terhadap keberlangsungan Gerakan Pramuka di Kabupaten Nganjuk. Di tengah padatnya agenda pemerintahan, Kang Marhaen tetap menyempatkan diri hadir dalam kegiatan Ulang Janji dan Renungan.

Ia bahkan memberikan apresiasi khusus kepada Ketua Kwarcab Nganjuk, Kakak Sopingi, yang dinilainya memiliki kecintaan dan dedikasi tinggi terhadap Gerakan Pramuka. Kang Marhaen secara khusus menyebut Sopingi sebagai “Kepala Dinas Pramuka” sebagai bentuk apresiasi atas perhatian dan kiprahnya dalam mengembangkan kegiatan kepramukaan di Nganjuk.

Bagi Bupati, Gerakan Pramuka memiliki peran penting dalam membantu pemerintah menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas. Apalagi, tantangan generasi muda ke depan semakin kompleks. Karena itu, pendidikan karakter, kemandirian, kepedulian sosial dan kemampuan beradaptasi harus terus diperkuat.

Lebih lanjut, Kang Marhaen menilai nilai-nilai tersebut semakin relevan dengan tema Hari Pramuka ke-65, yakni “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045.” Tema tersebut menurutnya harus dimaknai sebagai ajakan bagi Gerakan Pramuka untuk mengambil bagian dalam pembangunan bangsa. Generasi muda harus dipersiapkan menjadi pribadi yang berkarakter, terampil, mandiri, kreatif dan mampu memberikan kontribusi nyata.

Bupati Marhaen berharap Gerakan Pramuka Nganjuk terus menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda untuk menemukan pengalaman, membangun karakter dan mengembangkan kepedulian sosial. “Pramuka tidak cukup hanya membentuk anak yang berani, tetapi harus membentuk anak yang mampu menghargai, bertanggung jawab, mandiri dan memiliki kepedulian terhadap sesame,” tandasnya.