BPBD Nganjuk Bantu Evakuasi Jenazah dari Sungai Brantas Kertosono
- 16-09-2026
Nganjuk, PING – Pemerintah Kabupaten Nganjuk menerima kedatangan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) di Pendopo KRT Sosrokoesoemo Kabupaten Nganjuk, Rabu (13/8/2026). Kehadiran para mahasiswa tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi bagian dari pelaksanaan program akademik, tetapi juga menjadi kesempatan untuk belajar langsung dari kehidupan masyarakat sekaligus memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah.
Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menyampaikan selamat datang kepada para mahasiswa KKNT Unesa beserta seluruh pihak yang turut mendampingi. Ia mengapresiasi kepercayaan Unesa yang menjadikan Kabupaten Nganjuk sebagai salah satu lokasi pelaksanaan KKNT. “Sekali lagi saya ucapkan selamat datang di Bumi Anjuk Ladang. Terima kasih atas kepercayaan KKN Tematik yang berada di Nganjuk,” ujar Kang Marhaen dalam sambutannya.
Menurutnya, keberadaan mahasiswa di tengah masyarakat harus dimanfaatkan untuk mengenal berbagai potensi yang dimiliki Nganjuk. Mulai dari sektor pertanian, wisata desa, hingga potensi ekonomi masyarakat yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Ia menyebut Nganjuk memiliki kekuatan besar di sektor pertanian, khususnya komoditas bawang merah. Sejumlah wilayah seperti Gondang, Rejoso, Sukomoro dan Bagor dikenal sebagai kawasan pertanian yang memiliki potensi besar.
Kang Marhaen juga melihat adanya perubahan positif dalam regenerasi petani. Jika sebelumnya sektor pertanian lebih banyak digeluti generasi tua, kini semakin banyak anak muda yang mulai tertarik untuk terjun ke dunia pertanian. “Kalau dulu yang bertani itu yang tua-tua, tapi sekarang anak-anak muda mau bertani. Harapannya petani itu menjadi pengusaha, bukan petani pekerja,” tuturnya.
Kang Marhaen juga mendorong mahasiswa KKNT untuk melihat secara langsung perkembangan pertanian berbasis teknologi di Nganjuk. Menurutnya, pemanfaatan teknologi menjadi salah satu kunci untuk menarik minat generasi muda terhadap sektor pertanian.
Ia berharap mahasiswa dapat membawa pengetahuan dan gagasan baru yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, terutama dalam pengembangan pertanian modern.
“Pertanian di sini berbasis teknologi,” kata Kang Marhaen sembari menekankan pentingnya menghadirkan pendekatan yang lebih modern agar sektor pertanian semakin menarik bagi generasi muda.

Selain pertanian, mahasiswa juga diminta melihat berbagai potensi wisata yang ada di desa-desa. Menurutnya, keberadaan mahasiswa selama KKNT dapat menjadi momentum untuk mengenalkan potensi daerah sekaligus membangun jejaring dengan masyarakat setempat.
Lebih jauh, Kang Marhaen menilai pelaksanaan KKNT memiliki nilai penting karena mahasiswa tidak hanya belajar mengenai teori yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga menghadapi persoalan dan dinamika kehidupan masyarakat secara langsung.
Ia menyebut pengalaman selama berada di lapangan sebagai bagian penting dalam membentuk karakter dan mental mahasiswa. “Yang kita harapkan mahasiswa mendapatkan pengalaman kehidupan, kerja nyata beneran. Ini adalah untuk latihan, latihan mental,” ungkapnya.
Menurut Kang Marhaen, dunia kerja saat ini tidak hanya membutuhkan seseorang yang memiliki kemampuan akademik, tetapi juga membutuhkan komitmen dan kecerdasan emosional. Karena itu, pengalaman berinteraksi langsung dengan masyarakat selama KKNT dinilai akan menjadi bekal berharga bagi mahasiswa setelah menyelesaikan pendidikan.
“Yang kita butuhkan orang yang punya komitmen, yang punya kecerdasan emosional,” tegasnya.
Ia pun mengajak mahasiswa untuk benar-benar menikmati proses selama berada di Nganjuk. Para mahasiswa diharapkan tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga membuka diri terhadap pengalaman, budaya, karakter masyarakat dan berbagai potensi lokal yang ditemui di lokasi KKNT.
Kang Marhaen bahkan mempersilakan mahasiswa untuk berinteraksi dan berdiskusi dengan pemerintah daerah apabila membutuhkan informasi maupun dukungan selama menjalankan kegiatan.
Dalam kesempatan tersebut, Kang Bupati juga berpesan agar mahasiswa mampu membangun hubungan yang baik dengan masyarakat. Salah satunya dengan menghargai keramahan dan jamuan warga selama mahasiswa menjalankan KKNT. “Kalau datang ke rumah warga, jangan pernah menolak kalau disuruh makan. Mau makan ya. Meskipun sedikit, dinikmati,” pesannya.
Menurutnya, interaksi sederhana dengan masyarakat justru dapat menjadi pengalaman berharga yang tidak selalu diperoleh di ruang perkuliahan.

Bupati berharap pelaksanaan KKNT Unesa di Nganjuk selama beberapa bulan dapat memberikan manfaat dua arah. Mahasiswa memperoleh pengalaman dan pembelajaran nyata, sementara masyarakat mendapatkan tambahan pengetahuan, gagasan serta pendampingan dari kalangan akademisi. “Harapan kami, setelah anda berada di sini, menikmati betul Nganjuk,” ujar Marhaen.
Penerimaan mahasiswa KKNT tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan sinergi antara Pemerintah Kabupaten Nganjuk dan perguruan tinggi. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat terus berkembang melalui berbagai program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan mendukung potensi pembangunan daerah.
Dengan hadirnya mahasiswa Unesa di tengah masyarakat, Pemkab Nganjuk berharap KKNT tidak berhenti sebagai kegiatan akademik, melainkan menjadi ruang kolaborasi untuk belajar, berbagi pengetahuan, mengembangkan potensi lokal, serta membangun kepedulian generasi muda terhadap pembangunan daerah.