BPBD Nganjuk Bantu Evakuasi Jenazah dari Sungai Brantas Kertosono
- 16-09-2026
NGANJUK, PING – Tepat saat jarum jam menyentuh detik pergantian hari dari Minggu (16/8/2026) menuju Senin (17/8/2026) pukul 00.00 WIB, suasana hening dan sakral menyelimuti Taman Makam Pahlawan (TMP) Yudha Pralaya, Kabupaten Nganjuk. Di bawah temaram nyala obor yang membelah kegelapan malam, Pemerintah Kabupaten Nganjuk menggelar Apel Kehormatan dan Renungan Suci dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Upacara tradisi kemerdekaan yang sarat makna ini dipimpin langsung oleh Bupati Nganjuk selaku Inspektur Upacara (Irup). Agenda sakral tersebut dihadiri secara lengkap oleh jajaran pimpinan daerah, di antaranya Wakil Bupati Nganjuk, Ketua DPRD Nganjuk, Komandan Kodim 0810/Nganjuk, Kapolres Nganjuk, Ketua Pengadilan Negeri (KPN) Nganjuk, serta Kepala Kejaksaan Negeri Nganjuk yang diwakili oleh Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel).
Prosesi dimulai sesaat sebelum detik-detik proklamasi, tepat pukul 23.59 WIB. Seluruh lampu di kawasan makam dipadamkan, menyisakan kerlip api obor dan lilin yang ditempatkan di atas pusara para pejuang.
Di hadapan ratusan pusara para kusuma bangsa, Inspektur Upacara membacakan naskah apel kehormatan dan renungan suci dengan penuh ketulusan. Penghormatan tertinggi disampaikan kepada para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi tegaknya kedaulatan Ibu Pertiwi.
Penghormatan tersebut ditujukan kepada seluruh pahlawan tanpa terkecuali, baik yang berasal dari unsur TNI, Polri, aparatur sipil negara, laskar perjuangan rakyat, hingga para pejuang tak dikenal yang peristirahatan terakhirnya terhampar di Bumi Anjuk Ladang.
"Kami menyatakan hormat yang sebesar-besarnya atas keikhlasan dan kesucian pengorbanan Saudara-saudara sebagai pahlawan dalam pengabdian terhadap perjuangan demi kebahagiaan negara dan bangsa. Kami bersumpah dan berjanji, perjuangan Saudara-saudara adalah perjuangan kami pula, dan jalan kebaktian yang Saudara-saudara tempuh adalah jalan bagi kami juga," ucap Bupati saat membacakan naskah ikrar di tengah keheningan malam.
Suasana haru kian terasa saat prosesi mengheningkan cipta berlangsung, diiringi alunan terompet sangkakala yang mengalun lirih. Seluruh jajaran Forkopimda dan peserta upacara menundukkan kepala, memanjatkan doa khusyuk agar arwah para syuhada bangsa diterima di tempat termulia di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
Kehadiran jajaran Forkopimda secara utuh pada momen pergantian hari ini mencerminkan soliditas serta komitmen kepemimpinan di Kabupaten Nganjuk. Renungan suci ini bukan sekadar seremoni pergantian tanggal menuju 17 Agustus, melainkan pengingat moral bagi seluruh aparatur pemerintah dan generasi penerus untuk meneruskan cita-cita kemerdekaan melalui kerja nyata, integritas, dan pengabdian bagi kesejahteraan masyarakat.
Rangkaian apel ditutup dengan penghormatan terakhir kepada arwah para pahlawan, sebelum seluruh rombongan meninggalkan TMP Bedingin untuk bersiap melanjutkan agenda puncak Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI tingkat Kabupaten Nganjuk pada pagi harinya.