BPBD Nganjuk Bantu Evakuasi Jenazah dari Sungai Brantas Kertosono
- 16-09-2026
Nganjuk, PING – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum bagi Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi untuk menyampaikan pesan tentang makna perjuangan di era sekarang. Pesan tersebut disampaikan dalam Resepsi Kenegaraan yang digelar di Pendopo KRT Sosrokoesoemo, Senin (17/8/2026) malam.
Di hadapan para undangan, Bupati Marhaen mengingatkan bahwa kemerdekaan Indonesia merupakan hasil perjuangan panjang para pendahulu bangsa. Karena itu, generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan perjuangan tersebut melalui cara yang sesuai dengan tantangan zaman.
Menurut Kang Marhaen sapaan akrabnya, 17 Agustus 1945 bukan sekadar tanggal yang diperingati setiap tahun. Hari tersebut merupakan identitas bangsa Indonesia sebagai negara yang merdeka dan berdaulat.
“17 Agustus merupakan identitas bahwa Indonesia diakui oleh negara lain sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat. Maka dari itu kita tetap bersyukur. Hari ini adalah syukuran sekaligus resepsi untuk selalu mengingat bahwa perjuangan itu merupakan perjuangan yang luar biasa,” ujar nya.

Kang Marhaen menegaskan bahwa kemerdekaan tidak lahir melalui proses yang mudah. Bangsa Indonesia melewati masa penjajahan yang panjang dengan berbagai penderitaan.
“Kurang lebih 350 tahun kita dijajah oleh bangsa Belanda. Kita tidak menyangka kira-kira sepuluh generasi hidup sengsara, hidup menderita,” tuturnya.
Karena itu, menurutnya, masyarakat harus terus menjaga rasa syukur sekaligus menghormati jasa para pahlawan, veteran dan para perintis kemerdekaan yang telah memberikan pengorbanan bagi bangsa.
Salah satu pesan utama Kang Marhaen dalam resepsi kenegaraan tersebut ditujukan kepada generasi muda. Ia menggambarkan bahwa bentuk perjuangan pada masa sekarang berbeda dengan perjuangan yang dilakukan generasi terdahulu. Jika dahulu musuh yang dihadapi adalah penjajah, generasi sekarang menghadapi tantangan yang lebih kompleks.
Menurut Kang Marhaen, pesan tersebut menjadi penting karena tantangan generasi muda tidak hanya datang dari luar. Setiap individu harus mampu mengendalikan diri, meningkatkan kemampuan, menjaga integritas serta menentukan arah hidup di tengah perubahan zaman yang semakin cepat.
Karena itu, perjuangan generasi sekarang dapat diwujudkan melalui pendidikan, kerja keras, kreativitas, inovasi, prestasi dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Generasi muda juga diharapkan tidak mudah menyerah dalam mengembangkan potensi yang dimiliki. Setiap gagasan positif harus diikuti dengan kerja nyata dan konsistensi agar mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Anak-anakku Nganjuk ini luar biasa. Semua bergotong royong, semangat kita kembangkan. Kalau punya program yang luar biasa, teruskan dan tetap konsisten,” pesannya.
Selain berbicara mengenai perjuangan generasi muda, Kang Marhaen juga menekankan pentingnya kebersamaan dalam membangun Kabupaten Nganjuk.
Ia menegaskan bahwa Nganjuk bukan milik pemerintah, pejabat atau kelompok tertentu. Nganjuk merupakan milik seluruh masyarakat sehingga pembangunan harus dikerjakan secara bersama-sama.
“Nganjuk ini bukan milik Bupati, bukan milik Ketua DPRD, bukan milik Pak Dandim, Pak Kapolres. Nganjuk adalah milik kita bersama,” tegasnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi ajakan kepada seluruh elemen masyarakat agar tidak berjalan sendiri-sendiri dalam membangun daerah.
“Mari kita bersama-sama, gotong royong, benar-benar bersama-sama membangun Nganjuk,” ajaknya.
Menurut Kang Marhaen, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk menjalankan kebijakan dan pelayanan publik. Namun, keberhasilan pembangunan juga membutuhkan dukungan dan partisipasi masyarakat.
Semangat gotong royong dinilai menjadi kekuatan penting bagi Nganjuk dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Dengan kolaborasi antarelemen, program yang telah dirancang dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Kang Marhaen juga mengingatkan pentingnya menjaga toleransi dan persatuan di tengah keberagaman masyarakat. Menurutnya, perbedaan latar belakang, budaya maupun keyakinan tidak boleh menjadi alasan untuk memecah persatuan. Sebaliknya, keberagaman harus menjadi kekuatan dalam membangun daerah.

Masyarakat diharapkan dapat menjalankan keyakinan masing-masing dengan tetap menghormati sesama serta menjaga jati diri sebagai bagian dari bangsa Indonesia. “Jadilah api perjuangannya, api perjuangan yang harus terus kita siapkan dan terus menyala,” pesannya.
Resepsi Kenegaraan HUT ke-81 Kemerdekaan RI akhirnya bukan sekadar penutup rangkaian perayaan kemerdekaan. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan pesan sejarah dengan tantangan masa depan.
Jika generasi terdahulu berjuang menghadapi penjajahan, maka generasi sekarang memiliki medan perjuangan yang berbeda: melawan keterbatasan diri, menjaga persatuan, mengembangkan potensi dan bersama-sama membangun daerah.
Dengan semangat tersebut, Kang Marhaen mengajak seluruh masyarakat menjadikan Nganjuk sebagai rumah bersama yang dibangun melalui gotong royong, kerja nyata dan kontribusi setiap warga.