BPBD Nganjuk Bantu Evakuasi Jenazah dari Sungai Brantas Kertosono
- 16-09-2026
Nganjuk, PING – Upaya menjaga kelancaran jaringan irigasi terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Mrican Kiri. Bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, melalui URC Jogotirto, tim gabungan melaksanakan pembersihan tangkis dan saluran irigasi di Desa Bukur, Kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk, Rabu (19/8/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pemeliharaan jaringan pengairan untuk memastikan saluran tetap berfungsi secara optimal. Pembersihan dilakukan sebagai langkah nyata menjaga jalur air tetap terbuka sehingga distribusi air irigasi dapat berjalan dengan lebih lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Lokasi yang menjadi titik penanganan berada di kawasan B25 KW145A–145. Di lokasi tersebut, tim gabungan melakukan pembersihan dengan mengangkat berbagai material dan endapan yang menumpuk di sepanjang tangkis maupun saluran irigasi.
Sebelum dilakukan penanganan, sejumlah bagian saluran dipenuhi rerumputan, sedimen, serta material lain yang berpotensi mengurangi ruang aliran air. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena apabila dibiarkan, tumpukan material dapat menghambat kelancaran aliran dan mengurangi fungsi jaringan irigasi.
Melalui penanganan langsung di lapangan, material yang mengganggu jalur air dibersihkan secara bertahap. Pembersihan ini membuat kondisi saluran menjadi lebih terbuka dan tertata sehingga aliran air diharapkan dapat kembali berjalan dengan lebih baik.
Kolaborasi antara UPTD PSDA Mrican Kiri melalui URC Jogotirto dan BBWS Brantas juga menunjukkan pentingnya sinergi dalam menjaga infrastruktur sumber daya air. Pemeliharaan jaringan irigasi tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik saluran, tetapi juga memiliki dampak terhadap keberlangsungan aktivitas pertanian di wilayah sekitar.
Saluran irigasi yang terawat menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung ketersediaan air bagi lahan pertanian. Dengan aliran yang lebih lancar, distribusi air dapat berjalan secara optimal sehingga kebutuhan pengairan tanaman dapat lebih terjaga, terutama bagi masyarakat yang menggantungkan aktivitas ekonominya pada sektor pertanian.
Selain memperlancar aliran air, kegiatan pembersihan juga menjadi langkah antisipatif untuk mencegah penumpukan sedimen, pertumbuhan rumput liar, maupun material lainnya berkembang menjadi gangguan yang lebih besar. Pemeliharaan secara berkala menjadi bagian penting untuk mempertahankan fungsi jaringan dalam jangka panjang.
Sinergi di lapangan tersebut sekaligus menjadi bentuk komitmen dalam menjaga infrastruktur pengairan agar tetap memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat. Penanganan dilakukan dengan mengedepankan koordinasi dan kerja bersama antara pengelola jaringan sumber daya air.
Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Dinas PUPR, khususnya UPTD PSDA Mrican Kiri, bersama BBWS Brantas akan terus mendorong pemeliharaan jaringan pengairan secara kolaboratif. Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga keberlanjutan fungsi saluran sekaligus mendukung produktivitas pertanian masyarakat.
Kegiatan di Desa Bukur menjadi bagian dari semangat gotong royong untuk memastikan infrastruktur pengairan tetap dalam kondisi baik. Dengan saluran yang bersih dan aliran air yang lancar, manfaat jaringan irigasi dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat.
Pemeliharaan yang dilakukan secara bersama menjadi langkah penting untuk menjaga pengairan tetap optimal. Kolaborasi bergerak, saluran terjaga, aliran lancar, dan sektor pertanian Nganjuk semakin kuat.