#

Hadir di PKKMB UNESA, Kang Marhaen Bekali Mahasiswa Karakter dan Mental Juang

Surabaya, PING – Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, turut mengambil peran dalam membekali generasi muda melalui rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Selama dua hari, 18–19 Agustus 2026, Kang Marhaen hadir sebagai narasumber untuk memberikan penguatan karakter, pola pikir, hingga kesiapan mahasiswa menghadapi tantangan dunia yang semakin kompetitif.

Pada hari pertama, Selasa (18/8/2026), Kang Marhaen memberikan pembekalan kepada sekitar 500 mahasiswa baru Fakultas Ketahanan Pangan (FKP) UNESA. Mengangkat materi “Membangun Karakter Mahasiswa sebagai Fondasi Kepemimpinan”, ia mendorong mahasiswa untuk menjadikan masa perkuliahan sebagai momentum membangun karakter sekaligus mempersiapkan diri menjadi calon pemimpin.

Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik. Di tengah berbagai tantangan pembangunan, khususnya di sektor ketahanan pangan, dibutuhkan generasi muda yang memiliki integritas, tanggung jawab, kemampuan bekerja sama, serta keberanian menghadirkan inovasi.

Kang Marhaen menekankan bahwa mahasiswa Fakultas Ketahanan Pangan memiliki posisi strategis dalam menjawab tantangan masa depan. Ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan pangan, tetapi juga menyangkut inovasi, teknologi, produktivitas, keberlanjutan lingkungan, serta kemampuan generasi muda membaca perubahan.

Karena itu, pembentukan karakter menjadi bagian penting dalam perjalanan akademik mahasiswa. Pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah, menurutnya, harus berjalan beriringan dengan sikap, etika, dan kepedulian terhadap persoalan masyarakat.

Pembekalan tersebut kemudian berlanjut pada hari kedua, Rabu (19/8/2026), ketika Kang Marhaen hadir di Fakultas Hukum UNESA. Dalam kesempatan ini, ia membawakan materi “Growth Mindset & Keberanian Bermimpi: Membangun Mentalitas Juang Mahasiswa Hukum di Era Kompetisi Global.”

Di hadapan mahasiswa baru Fakultas Hukum, Kang Marhaen mengajak generasi muda untuk memahami bahwa dunia profesi terus mengalami perubahan. Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) telah mengubah berbagai bidang pekerjaan, termasuk sektor hukum.

Menurutnya, perubahan tersebut harus direspons dengan kesiapan untuk terus belajar dan beradaptasi. Mahasiswa hukum tidak boleh hanya mengandalkan pengetahuan yang diperoleh selama masa perkuliahan, tetapi harus memiliki kemauan untuk mengembangkan kompetensi secara berkelanjutan.

Kang Marhaen juga menyoroti bahwa kompetisi profesi pada masa mendatang tidak lagi terbatas pada lingkup daerah maupun nasional. Kemampuan beradaptasi, penguasaan teknologi, kecakapan komunikasi, kemampuan analisis, serta wawasan global akan menjadi modal penting bagi lulusan untuk bersaing di tingkat internasional.

Dalam konteks tersebut, ia mengajak mahasiswa meninggalkan fixed mindset, yakni pola pikir yang menganggap kemampuan sebagai sesuatu yang tidak banyak berubah. Sebaliknya, mahasiswa didorong membangun growth mindset, yaitu keyakinan bahwa kemampuan dapat terus dikembangkan melalui proses belajar, ketekunan, pengalaman, dan keberanian menghadapi tantangan.

Kang Marhaen juga menekankan pentingnya keberanian untuk memiliki mimpi besar. Menurutnya, cita-cita harus diikuti dengan kerja keras, ketekunan dalam proses akademik, serta keberanian untuk menghadapi kegagalan sebagai bagian dari proses pembelajaran.

“Bukan yang paling pintar yang bertahan, melainkan yang paling cepat beradaptasi. Jadilah mahasiswa hukum yang bermental baja dan berhati nurani,” pesan Kang Marhaen menutup materinya.

Melalui keterlibatannya dalam PKKMB UNESA selama dua hari tersebut, Kang Marhaen berharap mahasiswa baru tidak hanya memiliki orientasi akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, mentalitas pembelajar, keberanian bermimpi, serta kepedulian terhadap persoalan masyarakat.

Pembekalan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa perguruan tinggi bukan sekadar tempat memperoleh gelar, melainkan ruang untuk membentuk karakter, mengasah kompetensi, memperluas wawasan, dan mempersiapkan generasi muda menjadi pemimpin yang mampu menghadapi perubahan di tingkat nasional maupun global.