#

Dorong Kemandirian Ekonomi, Kemenperin RI Gelar Pelatihan Wirausaha Baru IKM di Nganjuk

Nganjuk, PING – Upaya menekan angka pengangguran dan memperkuat struktur ekonomi daerah terus digencarkan. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) resmi membuka program Penumbuhan dan Pengembangan Wirausaha Baru Industri Kecil di Hotel Front One Nganjuk, Jumat (22/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama empat hari ini dihadiri langsung oleh Anggota Komisi VII DPR RI Banyu Biru Djarot, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, jajaran Forkopimda, serta perwakilan perbankan dan dinas terkait.

Direktur IKM Pangan, Furnitur, dan Bahan Bangunan Kemenperin RI, Afrizal Haris, menegaskan bahwa pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) merupakan tulang punggung perekonomian nasional yang terbukti tangguh menghadapi berbagai krisis ekonomi.

"Sektor industri pengolahan non-migas pada triwulan kedua tahun 2026 tumbuh di angka 5,32 persen, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen. Keberhasilan ini tidak lepas dari kontribusi nyata sektor industri kecil dan menengah," ujar Afrizal saat memberikan arahan.

Afrizal memaparkan, secara nasional populasi IKM mencapai 99,7 persen dari total unit usaha atau sekitar 4,3 juta unit, dengan kontribusi penyerapan tenaga kerja mencapai 67 persen. Mengacu pada data BPS, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Nganjuk tercatat sebesar 3,86 persen, lebih rendah dibandingkan angka rata-rata nasional yang berada di level 4,68 persen.

"Capaian Nganjuk ini sangat baik, namun kita tidak boleh berpuas diri. Melalui pembekalan wirausaha baru, kami ingin para peserta tidak lagi menjadi pencari kerja, melainkan bertransformasi menjadi pejuang jihad ekonomi yang mampu membuka lapangan kerja mandiri berbasis hilirisasi potensi lokal, seperti porang, singkong, hingga jagung," tegasnya.

Program pengembangan wirausaha baru ini diikuti sebanyak 265 peserta pada hari pertama dengan materi perizinan berusaha (NIB), literasi permodalan, serta dasar-dasar kewirausahaan.

Selanjutnya, kegiatan memasuki tahap pendampingan teknis intensif selama tiga hari dengan menyaring 100 peserta terpilih ke dalam empat klaster komoditas unggulan yaitu  pengolahan roti, pengolahan hortikultura/bawang merah, produksi pupuk organik, serta kerajinan batik khas daerah.

Pada hari penutupan, peserta klaster teknis juga akan mengikuti agenda kunjungan lapangan ke sentra industri rintisan guna melihat langsung tata kelola produksi dan rantai pasok industri secara riil. Seluruh rangkaian difasilitasi penuh dengan peralatan praktik, perlengkapan penunjang, hingga pendampingan legalitas usaha pasca pelatihan.