#

BNN dan DLH Bekali Generasi Muda Nganjuk Wawasan Bahaya Narkoba dan Kepedulian Lingkungan

NGANJUK, PING Pemerintah Kabupaten Nganjuk terus memperkuat peran generasi muda sebagai agen perubahan melalui edukasi mengenai pencegahan penyalahgunaan narkoba dan pelestarian lingkungan. Komitmen tersebut disampaikan dalam Dialog Generasi Muda Lintas Agama, Kamis (30/7), dengan menghadirkan narasumber dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Nganjuk dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nganjuk.

Kepala BNN Kabupaten Nganjuk, AKBP L. Dewi Indarwati, A.M.K., S.H., M.M., mengajak generasi muda untuk menjadi pelopor dalam mewujudkan Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba). Menurutnya, pemuda memiliki peran strategis dalam memutus mata rantai penyalahgunaan narkotika melalui edukasi, kepedulian, dan keberanian menolak segala bentuk penyalahgunaan zat adiktif.

Dalam paparannya, Dewi mengingatkan adanya modus baru penyalahgunaan narkoba yang memanfaatkan vape atau rokok elektrik. Berdasarkan hasil pemeriksaan Pusat Laboratorium Narkotika BNN, sejumlah sampel cairan vape ditemukan mengandung zat berbahaya seperti sabu, MDMA, dan THC.

Ia menegaskan bahwa penyalahgunaan narkoba tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik dan mental, tetapi juga dapat memicu berbagai persoalan sosial, mulai dari tindakan kriminal hingga menurunnya kualitas hidup generasi muda.

"Generasi muda harus menjadi pribadi yang cerdas dan berani mengatakan tidak terhadap narkoba dalam bentuk apa pun, termasuk yang dikemas melalui modus vape. Masa depan bangsa ada di tangan mereka," ujarnya.

Selain isu penyalahgunaan narkoba, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nganjuk, Drs. Sujito, M.Si.

Dalam pemaparannya, Sujito menekankan bahwa keterlibatan generasi muda menjadi faktor penting dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Menurutnya, kesadaran menjaga lingkungan perlu ditanamkan sejak dini agar keberlanjutan sumber daya alam dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

Ia juga menilai kedekatan generasi muda dengan teknologi menjadi modal besar untuk menghadirkan inovasi di bidang lingkungan, mulai dari pemanfaatan bahan daur ulang hingga mengampanyekan gaya hidup ramah lingkungan melalui media sosial.

Generasi muda didorong untuk membiasakan berbagai tindakan sederhana namun berdampak besar, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menghemat air dan listrik, memilah sampah, serta menerapkan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R) dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, keterlibatan dalam kegiatan penghijauan dan penanaman pohon juga menjadi bentuk nyata kontribusi terhadap pelestarian lingkungan.

Di Kabupaten Nganjuk, berbagai program kepedulian lingkungan yang melibatkan generasi muda telah berjalan, di antaranya pembentukan Duta Lingkungan Hidup, program Eco Pesantren, Komunitas Pemuda Peduli Lingkungan Hidup (PPLH), hingga partisipasi aktif dalam gerakan bersih lingkungan dan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional.

Melalui kolaborasi antara upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba dan penguatan kesadaran lingkungan, Pemerintah Kabupaten Nganjuk berharap lahir generasi muda yang sehat, berkarakter, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap masyarakat dan lingkungan. Semangat tersebut diharapkan menjadi bekal dalam menciptakan Kabupaten Nganjuk yang aman, lestari, dan berdaya saing di masa depan.