BPBD Nganjuk Bantu Evakuasi Jenazah dari Sungai Brantas Kertosono
- 16-09-2026
Nganjuk, PING – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk kembali menunjukkan respons cepat dalam menangani kejadian darurat. Kali ini, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD diterjunkan untuk mengevakuasi pohon tumbang akibat kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalan Raya Nganjuk–Gondang, tepatnya di Desa Kedungdowo, Kecamatan Nganjuk, Rabu (29/7/2026) malam.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 22.50 WIB. Sebuah mobil pikap bermuatan obat pertanian dengan nomor polisi AG 8227 EM diduga mengalami kecelakaan setelah pengemudinya mengantuk. Kendaraan kemudian menabrak pohon ceri di tepi jalan hingga menyebabkan pohon tumbang, menutup sebagian badan jalan, serta menimpa teras warung milik warga.
Laporan kejadian diterima BPBD Kabupaten Nganjuk dari Satlantas Polres Nganjuk pada pukul 23.04 WIB. Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim Reaksi Cepat BPBD segera bergerak menuju lokasi dan tiba pada pukul 23.23 WIB untuk melakukan penanganan.

Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan asesmen, berkoordinasi dengan unsur terkait, kemudian melaksanakan proses evakuasi pohon yang menutup sebagian ruas jalan. Berkat penanganan yang cepat dan terkoordinasi, material pohon berhasil disingkirkan sehingga arus lalu lintas kembali dapat dilalui dengan aman. Seluruh proses penanganan selesai pada pukul 23.50 WIB.
Akibat kecelakaan tersebut, pengemudi mobil pikap, M. Zadi Valentino Putra (20), warga Desa Bedug, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, meninggal dunia. Selain menimbulkan korban jiwa, kendaraan yang dikemudikan juga mengalami kerusakan berat.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Nganjuk, Sutomo, menyampaikan belasungkawa atas musibah tersebut sekaligus mengimbau masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara.
"Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya korban dalam peristiwa ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan. Kami juga mengingatkan kepada seluruh pengguna jalan agar selalu memastikan kondisi fisik benar-benar prima sebelum berkendara. Apabila merasa lelah atau mengantuk, sebaiknya segera beristirahat di tempat yang aman karena keselamatan harus menjadi prioritas utama," ujar Sutomo.
Ia menambahkan, selain melakukan penanganan bencana alam, BPBD Kabupaten Nganjuk juga selalu siap memberikan respons cepat terhadap berbagai kejadian darurat yang berpotensi mengganggu keselamatan masyarakat maupun aktivitas di ruang publik.
"Kecepatan respons menjadi salah satu prioritas kami. Setiap laporan yang masuk akan segera ditindaklanjuti agar dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan. Sinergi dengan seluruh unsur terkait juga menjadi kunci dalam setiap penanganan kedaruratan di lapangan," tambahnya.

BPBD Kabupaten Nganjuk turut mengapresiasi kerja sama seluruh pihak yang terlibat dalam proses penanganan, di antaranya Satlantas Polres Nganjuk, Agisena BPBD Jawa Timur, RS Bhayangkara Nganjuk, perangkat Desa Kedungdowo, serta masyarakat sekitar yang turut membantu kelancaran evakuasi.
Melalui kejadian ini, BPBD Kabupaten Nganjuk kembali mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan saat berkendara, terutama pada malam hari maupun ketika kondisi tubuh mulai lelah. Kesadaran untuk beristirahat sejenak dinilai menjadi langkah sederhana namun sangat penting dalam mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas yang dapat mengakibatkan kerugian maupun korban jiwa.