BPBD Nganjuk Bantu Evakuasi Jenazah dari Sungai Brantas Kertosono
- 16-09-2026
Nganjuk, PING– Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Nganjuk menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Relawan bagi para pelajar tingkat SMP, SMA, dan SMK. Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan bahaya virus HIV serta langkah-langkah pencegahannya secara dini di lingkungan pendidikan.
Melalui Bimtek ini, para pelajar yang ditunjuk sebagai relawan akan bertugas menjadi pelopor dan narasumber bagi teman-teman sebayanya di sekolah, khususnya melalui organisasi seperti OSIS. KPA Nganjuk bersinergi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat agar program pencegahan HIV ini dapat ditindaklanjuti secara mandiri di masing-masing sekolah.
Langkah edukasi ini dinilai sangat penting mengingat materi mendalam tentang HIV tidak dibahas secara khusus di dalam mata pelajaran kelas. Selain itu, angka penyebaran kasus HIV di Nganjuk juga menjadi perhatian serius.
"KPA di sini ingin merangkul SMP, SMA untuk mari kita cegah virus HIV nanti jangan sampai berkembang. Karena sekedar diketahui saja di Nganjuk ini kurang lebih yang terjangkit aktif ada 1.700. Penyakit ini tidak bisa hilang karena dia menyerang kekebalan tubuh manusia sehingga bisa lemah," ungkap Sekretaris KPA Nganjuk dalam sambutannya. Ia juga menegaskan bahwa HIV berbeda dengan penyakit seperti TBC atau tetanus yang bisa disembuhkan, sehingga pencegahan sedini mungkin harus menjadi prioritas.
Sebagai wadah kreativitas sekaligus kampanye lanjutan, KPA Nganjuk juga akan menggelar lomba film pendek bertema pencegahan HIV bagi para pelajar. Siswa diimbau untuk segera membentuk tim dengan minimal 10 anggota di tiap sekolah untuk memproduksi karya film tersebut.
Kejuaraan film pendek ini akan dibagi menjadi dua kategori, yakni juara secara materiil (berdasarkan pemenuhan syarat kualitas film) dan juara terfavorit yang ditentukan dari tingginya jumlah subscriber dan interaksi saat video diunggah ke YouTube. Program lomba ini melanjutkan kesuksesan kompetisi serupa pada tahun 2025 lalu yang berhasil melahirkan enam karya juara.
Melalui pembentukan tim relawan dan kampanye digital ini, KPA Nganjuk berharap kesadaran generasi muda terhadap bahaya HIV dapat meningkat tajam, sehingga angka penyebaran virus di Kabupaten Nganjuk dapat terus ditekan.