Kembangkan Sektor Perikanan, Dinas KPP Nganjuk Dorong Restocking hingga Edukasi Budidaya
- 15-09-2026
Nganjuk, PING – Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) secara resmi menggelar Pembukaan Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Pendopo KRT Sosrokoesoemo, Senin (7/9/2026).
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro, yang sekaligus bertindak sebagai narasumber utama dengan membawakan materi bertajuk “Penerapan Nilai-Nilai BerAKHLAK: Internalisasi dan Implementasi Core Values ASN untuk Pelayanan Publik Kabupaten Nganjuk Melesat”.
Membuka materi pembekalan, Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro langsung mengajak para peserta mendalami esensi nilai dasar (core values) ASN BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif). Mas Handy, sapaan akrab Wabup Nganjuk, menegaskan bahwa penyematan status PPPK membawa konsekuensi moral dan tanggung jawab yang jauh lebih besar kepada masyarakat.

"Setelah dilantik dan menyematkan pin di dada kiri, bukan berarti kita bisa merasa paling gagah. Jenengan semua adalah public servant, pelayan masyarakat. Hak jenengan bertambah, maka kewajiban dan pengabdiannya juga harus bertambah. Rasionya, satu ASN di Nganjuk ini melayani sekitar 90 hingga 100 warga di belakangnya. Sadari betul amanah besar itu," tegas Mas Handy di hadapan 350 peserta sesi pertama di pendopo.
Terkait kelangsungan karier dan evaluasi lima tahunan, Mas Handy menegaskan agar seluruh aparatur fokus bekerja dengan baik sesuai arahan dan regulasi pemerintah daerah. Ia secara keras melarang adanya praktik transaksional maupun pungutan liar.
"Jangan pernah mau dimintai uang sepeser pun oleh oknum dengan dalih perpanjangan kontrak atau promosi. Di era kepemimpinan kami, tidak ada hal seperti itu. Kalau ada yang berani minta-minta, laporkan langsung kepada saya, bawa buktinya. Kuncinya hanya satu: tunjukkan kinerja yang baik dan loyalitas pada aturan, pasti kontrak panjenengan diperpanjang," tandasnya.
Pada poin Kompeten, Mas Handy membawa kabar optimisme bagi jenjang karier PPPK di lingkungan Pemkab Nganjuk. Mengacu pada prinsip meritokrasi dan regulasi ASN terkini, PPPK saat ini tidak lagi terkunci hanya pada jabatan fungsional semata, melainkan memiliki peluang terbuka untuk menduduki jabatan struktural jika berprestasi.
"Sekarang aturannya memungkinkan PPPK yang berkinerja unggul (excellent) dan memiliki diferensiasi kompetensi untuk menduduki jabatan struktural. Bisa jadi kepala bidang, camat, bahkan kepala dinas! Jadi jangan hanya berpuas diri di zona nyaman. Asah kemampuan, berikan karya nyata, dan buktikan bahwa panjenengan layak bersaing secara meritokrasi," papar Mas Handy yang disambut antusias oleh para peserta.

Menjelaskan pilar Harmonis dan Loyal, Mas Handy mengibaratkan Pemerintah Kabupaten Nganjuk sebagai sebuah kapal besar yang sedang berlayar mengarungi samudra. Setiap aparatur, mulai dari pimpinan hingga staf di lapangan, memiliki peran vital masing-masing untuk menggerakkan kapal tersebut menuju visi Nganjuk Melesat.
"Kita berada di dalam satu kapal besar yang sama. Jangan pernah sekali-kali melubangi atau merusak kapal kita sendiri. Kalau ada kapal yang bocor karena ulah penumpangnya, kita semua yang akan tenggelam. Jaga kebersamaan, rawat keharmonisan tim, dan loyal kepada bangsa serta kebijakan pemerintah daerah," pesannya.
Sedangkan pada pilar Adaptif dan Kolaboratif, Mas Handy menekankan pentingnya responsivitas birokrasi di era digital. Ia mendorong perangkat daerah dan aparatur untuk memanfaatkan kanal komunikasi modern dan media sosial agar kehadiran pemerintah dirasakan langsung oleh masyarakat.
"Birokrasi harus cepat merespons aduan warga, seperti penanganan jalan berlubang melalui tim reaksi cepat hingga responsif terhadap layanan kesehatan dan kependudukan. Kepada nakes dan guru, ketika melayani masyarakat yang komplain, jangan pernah ikut terpancing emosi. Tarik napas, layani dengan senyuman, lalu koordinasikan solusinya secara berjenjang. Jadilah ASN yang solutif, kolaboratif, dan membawa berkah bagi seluruh masyarakat Nganjuk," pungkas Mas Handy menutup arahannya.
Sementara itu, Kepala BKPSDM Kabupaten Nganjuk, Agus Heri Widodo, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan orientasi tahun 2026 ini diikuti sebanyak 700 peserta, terdiri dari 450 orang tenaga pendidik (guru), 72 orang tenaga kesehatan (nakes), dan 178 orang tenaga teknis.

Pelaksanaan orientasi menggunakan metode blended learning yang terbagi menjadi tiga tahapan:
Rangkaian kegiatan ini dijadwalkan ditutup pada 28 September 2026 di Kantor BKPSDM Nganjuk, disusul batas akhir pengumpulan laporan aktualisasi peserta pada pertengahan Oktober 2026.