#

Bekali Peserta Orientasi PPPK, Bupati Marhaen: Pengangkatan & Perpanjangan Kontrak Murni Nol Rupiah

Nganjuk, PING – Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) menyelenggarakan Orientasi Pengenalan Nilai dan Etika Instansi Pemerintah bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Pendopo KRT Sosrokoesoemo, Senin (7/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, hadir langsung memberikan pembekalan mendalam kepada ratusan aparatur dengan materi bertajuk “Pengenalan Nilai dan Etika pada Instansi Pemerintah: Membangun PPPK yang Profesional, Berintegritas, dan BerAKHLAK”.

Dalam paparannya, Kang Marhaen sapaan akrab Bupati Nganjuk, mengingatkan kembali pesan moral kedua orang tuanya tentang kerendahan hati dan komitmen keberpihakan kepada masyarakat kecil. Ia meminta seluruh PPPK tidak melupakan masa-masa sulit perjuangan panjang sebelum mengantongi SK pengangkatan.

"Pesan orang tua saya ada dua: jangan lupa asal-usulmu dari orang kecil; dan jangan pernah lelah memperjuangkan nasib orang kecil. Panjenengan bisa berada di titik ini melalui ikhtiar dan doa yang panjang. SK yang diterima adalah buah perjuangan. Maka cara membalasnya adalah dengan bekerja sungguh-sungguh, semangat, dan jangan pernah kendor melayani masyarakat," pesan Kang Marhaen dengan nada menggugah.

Ia juga mengingatkan filosofi hukum sebab-akibat dalam bekerja. Menurutnya, keringat dan keikhlasan aparatur dalam bertugas akan menjadi doa dan pembuka jalan kemudahan bagi anak cucu di masa mendatang.

Di hadapan peserta, Bupati Marhaen menegaskan kembali komitmen mutlak birokrasi bersih berprinsip "Nol Rupiah". Ia menjamin bahwa mulai dari pengangkatan hingga perpanjangan kontrak kerja PPPK tidak dipungut biaya sepeser pun.

"Di Nganjuk semuanya nol rupiah. Jangan pernah percaya jika ada calo atau oknum yang menjanjikan perpanjangan kontrak dengan imbalan uang. Perpanjangan murni ditentukan oleh kinerja nyata, disiplin, dan etika panjenengan. Kinerjanya bagus dan layanannya memuaskan, pasti kita pertahankan," tegas Bupati.

Kang Marhaen juga memberikan peringatan keras terkait standar etika dan moral. Ia menegaskan bahwa pelanggaran disiplin berat, perbuatan amoral, pungli, gratifikasi, serta perselingkuhan yang merusak keutuhan rumah tangga dan institusi dapat berujung pada pemutusan kontrak kerja secara tidak hormat.

"Pelanggaran etika dan disiplin tidak cukup diselesaikan hanya dengan minta maaf, tetapi berkonsekuensi pada evaluasi kontrak. Jaga integritas, jaga kerahasiaan negara, rawat aset dinas yang diamanahkan, dan jauhi perbuatan yang mencoreng korps ASN," tambahnya.

Sebagai materi inti Core Values ASN BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif), Kang Marhaen memaparkan tiga fungsi utama ASN: pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, serta perekat dan pemersatu bangsa.

Ia menekankan bahwa pelayanan prima harus bermula dari suasana hati dan keharmonisan di rumah yang dibawa ke lingkungan kerja. "Kunci melayani warga itu murah dan sederhana: senyum. Tarik ujung bibir setengah sentimeter ke kanan dan ke kiri. Untuk guru bimbinglah murid-murid dengan sabar agar tangguh mentalnya. Tenaga kesehatan layani pasien dengan ramah dan empati agar mereka lekas sembuh. Tenaga teknis selesaikan aduan warga dengan cepat tanpa mempersulit. Hadirkan aura dan energi positif di tempat kerja," pesannya.

Mengakhiri arahannya, Bupati Marhaen mengajak seluruh peserta untuk bangga mengenakan atribut dinas (Korpri) sebagai kehormatan moral dalam mengusung semangat Employer Branding ASN, yakni Bangga Melayani Bangsa.

"Status PPPK adalah kehormatan dan kesempatan emas untuk mendedikasikan kemampuan terbaik panjenengan demi kemajuan Kabupaten Nganjuk. Selamat mengikuti orientasi, mari bersama-sama kita bangun Nganjuk Melesat dengan karya dan integritas," tutup Kang Marhaen.