#

Ratusan Warga Serbu GPM di Lapangan Kwagean Loceret, Minyak Goreng dan Telur Jadi Incaran

Nganjuk, PING – Lapangan Desa Kwagean, Kecamatan Loceret, mendadak dipadati ratusan warga sejak Selasa (8/9/2026) pagi. Antusiasme masyarakat terlihat membuncah saat memanfaatkan momentum Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Pemerintah Kabupaten Nganjuk bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Pemprov Jawa Timur.

Warga yang didominasi kaum ibu rumah tangga sudah mulai berdatangan dan membuat barisan rapi sebelum stan resmi dibuka pukul 08.00 WIB. Mereka sengaja datang lebih awal sambil menenteng tas belanja sendiri dari rumah agar tidak ketinggalan mendapatkan komoditas pangan pokok berharga miring.

Beras SPHP kemasan 5 kilogram seharga Rp55.000 dan telur ayam ras Rp22.000 per kilogram menjadi buruan utama yang paling cepat diserbu pembeli. Selain itu, Minyakita seharga Rp15.000 per liter serta aneka sayuran segar dan bumbu dapur seperti cabai dan bawang juga laris manis diborong warga.

Tingginya animo masyarakat ini diakui Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (KPP) Kabupaten Nganjuk, Jusuf Satrio Wibowo. Saat meninjau langsung lokasi, ia melihat kehadiran warga yang berbondong-bondong tidak hanya datang dari Desa Kwagean saja, melainkan mencakup wilayah se-Kecamatan Loceret hingga kecamatan tetangga.

"Luar biasa antusiasmenya, yang hadir rata-rata tidak hanya dari Desa Kwagean, tapi juga dari seluruh penjuru Kecamatan Loceret, bahkan ada yang datang dari Kecamatan Nganjuk dan sekitarnya," tutur Jusuf di sela kegiatan.

Melihat kerumunan warga yang begitu padat, Jusuf sempat turun tangan langsung mengimbau para pembeli untuk tetap tenang dan tertib dalam antrean.

"Pemerintah hadir untuk membahagiakan ibu-ibu di tengah harga kebutuhan yang sedang naik di pasar. Tapi kami mohon, nyuwun sewu tolong tetap antre dengan tertib, jangan berebut. Insyaallah stoknya cukup untuk semua, belanja secukupnya agar warga yang lain juga kebagian manfaatnya," pesannya ramah yang disambut anggukan tertib para pembeli.

Salah seorang warga yang ikut mengantre mengaku sangat terbantu dengan selisih harga yang ditawarkan di pasar murah ini. Pasalnya, harga beras dan kebutuhan pokok di warung maupun pasar tradisional belakangan ini dirasa cukup menguras kantong belanja harian.

Meski antrean mengular panjang di bawah terik matahari pagi, jalannya transaksi tetap berlangsung tertib dan kondusif hingga komoditas yang disediakan panitia ludes terjual ke tangan warga.