Kembangkan Sektor Perikanan, Dinas KPP Nganjuk Dorong Restocking hingga Edukasi Budidaya
- 15-09-2026
Nganjuk, PING – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk menggelar Upacara Peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) ke-43 Tahun 2026 di Alun-alun Nganjuk, Rabu (9/9/2026). Upacara tersebut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, asisten, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), staf ahli, perwakilan instansi vertikal, perbankan, pengurus cabang olahraga (cabor), hingga ratusan pelajar dan atlet.
Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi yang bertindak sebagai pembina upacara menyampaikan bahwa olahraga memiliki peran fundamental dalam kehidupan masyarakat. Menurutnya, selain kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual, masyarakat juga membutuhkan kecerdasan fisik yang menjadi fondasi untuk menjalankan berbagai aktivitas secara optimal.
“Orang hebat seperti apa, pintar seperti apa, kalau kondisinya sakit maka juga akan berbeda semuanya. Maka dari itu kecerdasan fisik menjadi sangat penting dalam pembangunan di manapun berada,” ujar Kang Marhaen sapaan akrabnya.

Ia menegaskan, salah satu kunci utama menjaga kebugaran fisik adalah dengan menjadikan olahraga sebagai kebiasaan. Karena itu, momentum HAORNAS 2026 diharapkan semakin menguatkan budaya olahraga masyarakat di Kabupaten Nganjuk.
Kang Marhaen mengajak masyarakat untuk memanfaatkan berbagai fasilitas olahraga yang telah disediakan pemerintah daerah. Alun-alun Nganjuk, taman-taman kota, hingga ruang publik lainnya dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga sesuai minat dan kebutuhannya. “Harapan kita olahraga menjadi habit, menjadi kebiasaan untuk menjaga kebugaran dan menjaga fisik,” tegasnya.
Menurutnya, olahraga tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga dapat menjadi sarana menyalurkan hobi. Masyarakat dapat memilih berbagai jenis olahraga sesuai minat, seperti bersepeda, tenis, basket, taekwondo, pencak silat, karate, maupun cabang olahraga lainnya.
Selain olahraga untuk kesehatan dan hobi, Bupati Marhaen juga memberikan perhatian khusus terhadap olahraga prestasi. Ia menyampaikan apresiasi kepada para atlet Nganjuk yang telah mengharumkan nama daerah melalui berbagai ajang, mulai dari tingkat provinsi hingga nasional. “Bagi anak-anakku semuanya, terima kasih. Di Porprov, Kejurprov atau Kejurnas, kalau mendapatkan juara saya ucapkan terima kasih,” katanya.

Kang Marhaen menekankan bahwa prestasi olahraga tidak dapat diraih dengan latihan biasa-biasa saja. Dibutuhkan kerja keras, latihan yang disiplin dan berkelanjutan, serta dukungan dari seluruh ekosistem olahraga, mulai dari orang tua, anak, guru, pembina, pelatih hingga pengurus cabang olahraga.
“Kalau ingin juara, kuncinya satu, kerja keras dan latihan keras. Tidak mungkin kalau latihannya biasa-biasa saja, atlet bisa berprestasi jauh dari harapan,” ungkapnya.
Ia juga mendorong pengurus cabang olahraga di Kabupaten Nganjuk agar tidak hanya menjalankan kegiatan secara normatif, tetapi benar-benar membangun sistem pembinaan atlet sejak usia dini. Menurutnya, bibit-bibit atlet potensial perlu ditemukan dan dibina secara serius mulai dari tingkat sekolah dasar.
Lebih jauh, Kang Marhaen berharap olahraga di Nganjuk dapat berkembang menjadi profesi bagi generasi muda. Ia mencontohkan sepak bola yang telah memiliki sistem pembinaan sejak usia dini melalui sekolah sepak bola hingga klub profesional. Menurutnya, anak-anak perlu diberikan ruang untuk mengembangkan potensi olahraga yang dimiliki, sehingga olahraga tidak hanya menjadi aktivitas kesehatan atau hobi, tetapi juga dapat menjadi pilihan masa depan. “Paling tidak, ada satu, dua, tiga atlet yang bisa menekuni bidang profesi. Ada yang untuk mencari uang melalui sepak bola atau yang lain. Inilah yang kita harapkan,” tuturnya.

Kang Marhaen optimistis, dengan pembinaan yang dilakukan secara serius dan berkelanjutan, HAORNAS tahun ini dapat menjadi momentum bagi Nganjuk untuk melahirkan atlet-atlet profesional yang mampu mengangkat nama daerah sekaligus memiliki masa depan di dunia olahraga.
“Insyaallah di Hari Olahraga Nasional tahun ini, Nganjuk melahirkan atlet-atlet yang berprofesi dan atlet-atlet untuk profesi, sehingga terciptalah orang-orang hebat, orang-orang yang maju di bidang olahraga,” pungkasnya.