#

Perkuat Sinergi Kemanusiaan dan Mitigasi Bencana, Pengurus PMI Nganjuk 2026–2031 Resmi Dilantik

Nganjuk, PING – Dewan Kehormatan dan Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Nganjuk Masa Bakti 2026–2031 resmi dilantik di Pendopo KRT Sosrokoesoemo Nganjuk, Rabu (16/9/2026). Pelantikan ini menjadi momentum memperkuat sinergi kemanusiaan sekaligus kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi bencana di Kabupaten Nganjuk.

Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dengan dihadiri Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua PMI Provinsi Jawa Timur Mayjen TNI Purn. H. Imam Utomo, serta jajaran pengurus PMI dan perwakilan berbagai instansi.

Pelantikan ditandai dengan penandatanganan berita acara dan pakta integritas. Prosesi tersebut menjadi bagian penting dalam penguatan mandat kepengurusan sekaligus komitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan kemanusiaan PMI di Kabupaten Nganjuk.

Dalam arahannya, Ketua PMI Provinsi Jawa Timur H. Imam Utomo menekankan pentingnya penguatan kapasitas relawan sebagai ujung tombak pelayanan kemanusiaan. Menurutnya, relawan PMI harus memiliki kesiapan dan kemampuan yang memadai dalam menghadapi berbagai kondisi, terutama ketika terjadi bencana.

Selain kesiapsiagaan bencana, peningkatan standar mutu pelayanan darah juga menjadi perhatian. PMI di daerah diharapkan terus memperkuat pelayanan Unit Donor Darah (UDD) sehingga kebutuhan darah masyarakat dapat dipenuhi secara optimal.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menegaskan bahwa kekuatan utama dalam menghadapi berbagai persoalan di daerah adalah solidaritas dan kebersamaan. Semangat gotong royong, menurutnya, menjadi modal penting dalam membangun ketangguhan masyarakat.

“Kalau kita gotong royong, saya yakin tidak ada masalah yang sulit,” ungkap Kang Marhaen saat memberikan sambutan.

Kang Marhaen juga menyampaikan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, PMI, relawan, dunia pendidikan, serta berbagai elemen masyarakat. Sinergi tersebut diperlukan agar pelayanan kemanusiaan tidak hanya berjalan ketika terjadi bencana, tetapi juga hadir melalui berbagai upaya pencegahan dan peningkatan kapasitas masyarakat.

Pelantikan ini turut dihadiri perwakilan PMI jejaring dari wilayah Madiun Raya, pimpinan instansi, hingga kepala sekolah. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan luasnya jejaring yang dibutuhkan dalam mendukung gerakan kemanusiaan di Kabupaten Nganjuk.

Di bawah kepemimpinan Drs. Lishandoyo, M.Si., PMI Kabupaten Nganjuk Masa Bakti 2026–2031 menargetkan sejumlah penguatan program. Di antaranya peningkatan kualitas UDD, perluasan pembinaan Palang Merah Remaja (PMR) di sekolah-sekolah, serta optimalisasi posko tanggap darurat.

Penguatan tersebut diharapkan dapat membuat respons PMI terhadap kebutuhan masyarakat semakin cepat, terkoordinasi, dan berkelanjutan. Terlebih, keterlibatan relawan dan generasi muda melalui PMR menjadi bagian penting dalam menanamkan nilai-nilai kemanusiaan sejak dini.

Dengan kepengurusan baru, PMI Kabupaten Nganjuk diharapkan semakin solid dalam menjalankan mandat kemanusiaan. Kolaborasi lintas sektor dan semangat gotong royong menjadi fondasi untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat sekaligus menghadirkan pelayanan kemanusiaan yang semakin dekat dengan kebutuhan warga.