#

Wabup Nganjuk Turun Langsung Pantau Karhutla di Lereng Wilis, Keselamatan Petugas Jadi Prioritas

Nganjuk, PING – Pemerintah Kabupaten Nganjuk bergerak cepat menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan lereng Gunung Wilis. Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro turun langsung ke lapangan untuk memantau kondisi sekaligus memastikan penanganan berjalan pada Rabu malam (16/9/2026).

Operasi pemantauan dan penanganan tersebut dilakukan bersama unsur gabungan di lapangan. Koordinasi operasi dipimpin oleh Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk.

Berdasarkan hasil pemantauan, titik api berada di wilayah Sadepok dan Ondorante, petak 23. Luasan area yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 5 hektare dengan vegetasi yang terdampak meliputi ilalang, cemara, eukaliptus, serta rimba campur.

Sejak siang hari, personel gabungan telah melakukan koordinasi, pemantauan, serta upaya penanganan di sekitar lokasi. Namun, kondisi medan menjadi tantangan tersendiri karena titik api berada di kawasan lereng dengan kontur curam dan akses yang sulit dijangkau secara langsung.

Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro menegaskan bahwa penanganan karhutla harus dilakukan secara terukur dengan tetap mengutamakan keselamatan personel. Kondisi medan dan akses menuju titik api menjadi perhatian dalam menentukan langkah penanganan di lapangan.

“Yang paling utama adalah keselamatan petugas dan masyarakat. Karena medan cukup sulit dan titik api berada di lereng yang curam, maka penanganan harus dilakukan dengan memperhatikan kondisi di lapangan serta perkembangan arah angin,” ujar Mas Handy.

Menurutnya, koordinasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam menghadapi karhutla, terutama karena penanganan membutuhkan dukungan personel, peralatan, serta pemantauan yang dilakukan secara bersama-sama.

“Semua unsur harus terus berkoordinasi dan memantau perkembangan api. Kita siapkan langkah-langkah yang diperlukan, termasuk kesiapsiagaan personel dan pembuatan ilaran, sehingga penanganan bisa dilakukan sesuai kondisi di lapangan,” lanjutnya.

Kondisi tersebut membuat keselamatan personel menjadi pertimbangan utama dalam pelaksanaan penanganan. Untuk sementara, pemantauan dilakukan dari titik yang dinilai aman sembari mengantisipasi perkembangan api maupun perubahan arah angin.

Wakil Bupati bersama unsur terkait juga memastikan personel tetap disiagakan, khususnya di wilayah terluar permukiman warga. Jarak titik api dari permukiman diperkirakan sekitar 15 kilometer.

Penanganan karhutla ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya BPBD Kabupaten Nganjuk, Perum Perhutani KPH Kediri, TNI, Polri, Damkar, serta masyarakat. Kolaborasi lintas unsur tersebut dilakukan untuk memperkuat pemantauan sekaligus mengantisipasi potensi meluasnya kebakaran.

Sebagai langkah lanjutan, petugas menyiapkan pembuatan ilaran di kawasan Sedudo dan Sadepok. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari langkah pengendalian sekaligus untuk mendukung kesiapsiagaan apabila terjadi perkembangan api di lapangan.

Selain itu, kesiapan personel dan peralatan terus dipastikan agar dapat digunakan sesuai kebutuhan dan kondisi terkini. Pemantauan terhadap titik api dilakukan secara berkala dengan mempertimbangkan kondisi medan, arah angin, serta keselamatan petugas.

Hingga Rabu malam pukul 22.05 WIB, api secara umum masih terpantau menyala. Pemerintah Kabupaten Nganjuk bersama seluruh unsur yang terlibat terus melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah penanganan sesuai perkembangan kondisi di lapangan.

Mas Handy menambahkan, pemerintah daerah akan terus memastikan koordinasi dan kesiapsiagaan dilakukan selama kondisi karhutla masih membutuhkan penanganan.

“Pemerintah terus bergerak. Kita pantau bersama, personel kita siagakan, dan penanganan terus diupayakan. Yang terpenting, semuanya dilakukan dengan mengutamakan keselamatan,” tegasnya.