BPBD Nganjuk Bantu Evakuasi Jenazah dari Sungai Brantas Kertosono
- 16-09-2026
Nganjuk, PING – Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi membuka Musyawarah Kabupaten (Muskab) XIX Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Nganjuk Tahun 2026 yang digelar di Aula PMI Kabupaten Nganjuk, Rabu (26/8/2026). Dalam kesempatan tersebut, Bupati Marhaen menekankan pentingnya kepatuhan terhadap aturan organisasi, regenerasi kepengurusan, serta penguatan sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Nganjuk.
Bupati Marhaen mengapresiasi kerja keras pengurus PMI Kabupaten Nganjuk selama periode sebelumnya. Menurutnya, berbagai kegiatan kemanusiaan yang telah dilakukan PMI merupakan bentuk nyata kehadiran organisasi dalam membantu masyarakat.
Ia menyampaikan terima kasih kepada jajaran pengurus lama yang telah menjalankan amanah dan menggerakkan berbagai kegiatan PMI. Mulai dari kegiatan donor darah, bantuan sosial, kegiatan kemanusiaan, hingga keterlibatan dalam penanganan kondisi yang membutuhkan bantuan masyarakat menjadi bagian penting dari kontribusi PMI.
“Terima kasih atas kerja keras luar biasa pengurus yang lama,” ujar Kang Marhaen dalam sambutannya.

Menurut Bupati, Muskab merupakan momentum penting untuk menentukan arah perjalanan organisasi PMI Kabupaten Nganjuk ke depan. Karena itu, proses pemilihan kepengurusan harus dilakukan secara demokratis serta tetap berpedoman pada ketentuan organisasi.
Kang Marhaen menegaskan bahwa Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta peraturan organisasi harus menjadi pijakan dalam menjalankan seluruh proses organisasi. Ia meminta seluruh peserta Muskab menghormati mekanisme yang telah ditetapkan sehingga keputusan yang dihasilkan memiliki legitimasi dan dapat diterima bersama.
“Dalam berorganisasi itu yang menjadi pijakan adalah AD/ART dan peraturan organisasi,” tegasnya.
Kang Marhaen juga menekankan pentingnya menjaga independensi organisasi dalam proses pemilihan kepengurusan. Menurutnya, siapa pun yang nantinya mendapatkan amanah harus dipilih berdasarkan mekanisme organisasi dan memiliki kapasitas untuk membawa PMI Kabupaten Nganjuk semakin berkembang.
Ia berharap kepengurusan baru tidak hanya mempertahankan program-program yang sudah berjalan dengan baik, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi yang memiliki dampak nyata bagi masyarakat. Menurutnya, ukuran keberhasilan sebuah organisasi bukan hanya banyaknya kegiatan, melainkan seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat.
Kang Marhaen juga memberikan perhatian khusus terhadap regenerasi kepengurusan PMI. Ia mendorong agar generasi muda diberikan ruang untuk terlibat lebih aktif dalam organisasi. Kehadiran generasi muda dinilai penting untuk memberikan energi baru, gagasan segar, serta memastikan keberlanjutan PMI di masa mendatang.

“Yang penting nanti pengurus melibatkan yang muda-muda. Regenerasi harus berjalan,” pesannya.
Menurutnya, perpaduan antara pengurus senior dan generasi muda akan menjadi kekuatan tersendiri bagi PMI. Pengalaman para senior dapat menjadi bekal bagi generasi penerus, sementara generasi muda dapat membawa semangat dan pendekatan baru dalam menjalankan berbagai kegiatan organisasi.
Selain regenerasi, Kang Marhaen menilai loyalitas dan profesionalitas menjadi karakter penting yang harus dimiliki pengurus PMI. Keduanya dibutuhkan agar seluruh jajaran dapat bekerja secara konsisten, bertanggung jawab, dan tetap berorientasi pada misi kemanusiaan.
Bupati juga mendorong penguatan sinergi PMI dengan Pemerintah Kabupaten Nganjuk. Menurutnya, berbagai persoalan sosial dan kemanusiaan akan lebih mudah ditangani apabila seluruh pihak dapat bergerak bersama.
“Yang paling penting adalah sinergi dengan pemerintah daerah,” ujarnya.
Kang Marhaen menyebut kolaborasi dapat dilakukan dalam berbagai kegiatan yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat. PMI dapat berkolaborasi dengan perangkat daerah maupun organisasi lainnya dalam kegiatan sosial, bantuan kemanusiaan, penanganan bencana, hingga kegiatan yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat.
Ia juga mendorong agar kegiatan PMI semakin dikenal masyarakat melalui publikasi yang lebih baik. Menurutnya, masyarakat perlu mengetahui berbagai kontribusi yang telah dilakukan PMI sehingga kepercayaan dan partisipasi publik terhadap kegiatan kemanusiaan dapat terus meningkat.

Bupati berharap PMI tidak berjalan sendiri dalam menjalankan program. Semangat gotong royong dan kolaborasi perlu terus dikembangkan sehingga setiap kegiatan yang dilaksanakan memiliki efek yang lebih luas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Nganjuk.
Dalam kesempatan tersebut, Kang Marhaen juga menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan organisasi perlu memperhatikan efektivitas dan dampaknya. Setiap program yang dijalankan diharapkan tidak sekadar menjadi agenda rutin, tetapi mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung.
Dengan terpilihnya kepengurusan baru melalui Muskab XIX, Bupati Marhaen berharap PMI Kabupaten Nganjuk semakin kuat, solid, dan adaptif. Regenerasi yang sehat, kepatuhan terhadap aturan organisasi, serta sinergi dengan pemerintah daerah menjadi modal penting untuk memperkuat peran PMI sebagai organisasi kemanusiaan.