Kembangkan Sektor Perikanan, Dinas KPP Nganjuk Dorong Restocking hingga Edukasi Budidaya
- 15-09-2026
Nganjuk, PING – Pemerintah Kabupaten Nganjuk terus mendorong pengembangan sektor peternakan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, dokter hewan, peternak, dan berbagai pihak terkait.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro saat menghadiri rangkaian kegiatan Bakti Sosial Kastrasi Kucing Jantan Lokal, Sosialisasi Perizinan Medik dan Paramedik Veteriner, serta Penilaian Inseminator Berprestasi Tingkat Jawa Timur di Aula Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk, Kamis (27/8/2026).
Dalam sambutannya, Mas Handy menegaskan potensi sektor peternakan di Kabupaten Nganjuk cukup besar dan perlu terus dikembangkan melalui sinergi seluruh pihak.
“Peternakan di Kabupaten Nganjuk itu sebenarnya sangat potensial. Kebutuhan terhadap sektor ini juga terus berkembang, sehingga harus kita dukung dan kembangkan bersama,” ujarnya.
Menurutnya, peran dokter hewan menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan sektor peternakan. Dengan jumlah dokter hewan yang terus bertambah, pelayanan kesehatan hewan diharapkan semakin optimal seiring berkembangnya populasi ternak di Kabupaten Nganjuk.
“Kami mohon kolaborasinya bapak-bapak dan ibu-ibu dokter hewan untuk bersama-sama dengan Dinas Pertanian mendukung berbagai aktivitas dan pengembangan peternakan di Kabupaten Nganjuk,” katanya.
Mas Handy juga menegaskan bahwa pembangunan Kabupaten Nganjuk tidak dapat dilakukan pemerintah daerah secara mandiri. Kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan hewan, peternak, dan pelaku usaha menjadi kunci untuk mengembangkan potensi daerah.
“Kabupaten Nganjuk tidak bisa berdiri sendiri. Kami membutuhkan bapak dan ibu semuanya, termasuk para peternak, untuk bersama-sama membangun dan mengembangkan potensi yang kita miliki,” ujarnya.

Selain mendorong pengembangan peternakan, Pemerintah Kabupaten Nganjuk juga memberikan perhatian terhadap stabilitas harga komoditas, khususnya telur. Menurutnya, koordinasi lintas perangkat daerah perlu terus diperkuat untuk menjaga keseimbangan harga.
“Harapannya, berbagai persoalan terkait harga komoditas bisa kita kelola bersama. Memang ada faktor eksternal yang tidak sepenuhnya bisa kita kendalikan, tetapi faktor internal harus terus kita upayakan bersama,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk, Ida Sohibatin, menjelaskan bahwa terdapat tiga kegiatan yang dirangkai dalam satu waktu, yakni bakti sosial kastrasi kucing jantan lokal, sosialisasi perizinan bidang peternakan dan kesehatan hewan, serta penilaian inseminator berprestasi tingkat Jawa Timur.
Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan Tahun 2026.
“Kami melaksanakan tiga kegiatan sekaligus, yaitu bakti sosial kastrasi kucing jantan lokal sebanyak 20 ekor, sosialisasi perizinan bagi dokter hewan, paramedik veteriner, dan petugas inseminasi buatan, serta penilaian inseminator berprestasi tingkat Jawa Timur,” jelas Ida.
Dalam kegiatan penilaian inseminator berprestasi, Kabupaten Nganjuk mengajukan drh. Denny Putra Ramadhan sebagai perwakilan untuk mengikuti penilaian di tingkat Provinsi Jawa Timur.
Ida menambahkan, kegiatan kastrasi kucing jantan lokal dilakukan sebagai upaya pengendalian populasi hewan kesayangan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan kesejahteraan hewan.
“Harapannya populasi kucing dapat lebih terkendali, kesehatannya meningkat, dan masyarakat semakin bertanggung jawab terhadap hewan peliharaannya. Ini juga menjadi bagian dari upaya pencegahan penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan kepada manusia,” terangnya.
Pemilihan kucing lokal, lanjut Ida, dilakukan karena populasi kucing lokal relatif banyak dan sebagian hidup tanpa pemilik atau pengawasan yang memadai. Selain itu, pengendalian populasi melalui kastrasi diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan hewan.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap perkembangan populasi kucing lokal dapat dikendalikan dengan lebih baik,” imbuhnya.
Selain pengendalian populasi hewan, sosialisasi perizinan juga menjadi bagian penting untuk memberikan pemahaman kepada tenaga profesional di bidang peternakan dan kesehatan hewan mengenai ketentuan terbaru, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan secara aman, nyaman, dan berkualitas.
Di sisi lain, penilaian inseminator berprestasi diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme petugas dalam memberikan pelayanan inseminasi buatan kepada peternak.
“Muara akhirnya adalah meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, mendukung peningkatan populasi ternak, serta meningkatkan kesejahteraan para peternak di Kabupaten Nganjuk,” pungkas Ida.