#

Edukasi Peternak hingga Masuk Nominasi Jatim: Bukti Kerja Nyata Inseminator Muda Asal Nganjuk

Nganjuk, PING – Petugas Inseminasi Buatan (IB) memegang peranan krusial sebagai ujung tombak dalam memajukan potensi peternakan rakyat di Kabupaten Nganjuk. Tak hanya bertugas mengawinkan ternak secara buatan, inseminator dituntut menjadi motor edukasi sekaligus inovator di kandang-kandang peternak guna mendongkrak produktivitas sapi potong maupun sapi perah.

Komitmen tersebut mengantarkan drh. Denny Putra Ramadhan terpilih sebagai perwakilan tunggal Kabupaten Nganjuk dalam ajang Penilaian Inseminator Berprestasi Tingkat Jawa Timur. Penilaian ini berlangsung di sela rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan 2026 di Aula Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk, Kamis (27/8/2026).

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro (Mas Handy) bersama jajaran Dinas Pertanian yang menggelar tiga agenda sekaligus, yaitu sosialisasi perizinan medik/paramedik veteriner dan petugas IB, bakti sosial kastrasi kucing jantan lokal, serta penilaian inseminator berprestasi.

Bagi drh. Denny, melenggang ke tingkat provinsi merupakan buah dari konsistensi pelayanan dan disiplin pelaporan teknis di lapangan. Setiap aktivitas inseminasi yang dilakukannya wajib tercatat rapi secara berjenjang.

"Kunci utama penilaian berawal dari sistem pencatatan (recording). Semua data pelayanan IB diinput melalui Google Form dan terintegrasi langsung ke sistem nasional iSIKHNAS. Dari situ dinas kabupaten hingga provinsi bisa memantau capaian angka keberhasilan kebuntingan dan performa kerja secara transparan dan terukur," jelasnya.

Di mata seorang inseminator lapangan, tantangan terbesar peternakan rakyat di Nganjuk terletak pada keterbatasan pengetahuan peternak mengenai deteksi tanda-tanda birahi pada sapi. Ketepatan waktu dalam mengidentifikasi birahi merupakan faktor penentu keberhasilan inseminasi.

Guna mengatasi kendala ini, Denny menghadirkan inovasi media edukasi berupa selebaran (pamflet) panduan praktis deteksi birahi yang dibagikan dari kandang ke kandang.

Selain itu, ia juga meluncurkan program "Bintang IB" (Berdayakan Inovasi Bersama Petugas Inseminasi Buatan). Inovasi ini menyasar generasi muda melalui edukasi ke sekolah-sekolah (go to school), seperti di SMP Gondang dan SMK Peternakan di Nganjuk, untuk mengenalkan dunia peternakan modern dan memantik minat regenerasi peternak muda.

Peran aktif inseminator di lapangan ini sejalan dengan arahan Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro, yang menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, dokter hewan, paramedik, dan peternak untuk memaksimalkan potensi peternakan daerah serta menjaga kestabilan komoditas.

"Kabupaten Nganjuk tidak bisa berdiri sendiri. Pembangunan peternakan membutuhkan kolaborasi erat semua pihak, termasuk tenaga kesehatan hewan dan para peternak di lapangan," tegas Mas Handy saat memberikan sambutan.

Hal senada diungkapkan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk, Ida Sohibatin. Ia menyatakan bahwa ajang penilaian inseminator berprestasi ini ditujukan untuk memacu profesionalisme petugas layanan IB.

"Muara akhirnya adalah peningkatan kualitas pelayanan, lonjakan populasi ternak, dan perbaikan kesejahteraan peternak di Nganjuk," tutur Ida.

Menanggapi dorongan tersebut, Denny menegaskan bahwa inseminator akan terus bersiaga mendampingi peternak layaknya Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) di sektor pertanian.

"Inseminator adalah orang yang setiap hari bersentuhan langsung dengan peternak di kandang. Kami tidak hanya menginseminasi, tetapi juga memberikan bimbingan manajemen ternak. Dengan kolaborasi yang solid, kami optimis populasi dan mutu genetik sapi di Kabupaten Nganjuk akan melesat," pungkas Denny.