Kembangkan Sektor Perikanan, Dinas KPP Nganjuk Dorong Restocking hingga Edukasi Budidaya
- 15-09-2026
NGANJUK, PING – Pemerintah Kabupaten Nganjuk resmi meluncurkan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Nganjuk sekaligus membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin (31/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di Jalan Gondang-Lengkong, Desa Balonggebang, Kecamatan Gondang, tersebut menjadi momentum dimulainya proses pendidikan yang tidak hanya menekankan kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kemandirian siswa.
Peluncuran tersebut dihadiri Bupati Nganjuk, Wakil Bupati Nganjuk, Direktur Pemberdayaan Masyarakat Ditjen Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial RI, Forkopimda dan jajaran OPD, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Nganjuk, Kepala BPS Nganjuk, camat, kepala desa, pendamping sosial, guru serta orang tua atau wali murid.
Dalam sambutannya, Bupati Marhaen menegaskan bahwa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Nganjuk harus menjadi tempat tumbuhnya anak-anak yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, disiplin dan mampu hidup mandiri.

Bahkan, Kang Marhaen sapaan akrabnya, menyebut sekolah tersebut sebagai “sekolah terelit di Kabupaten Nganjuk” karena fasilitas yang disiapkan pemerintah cukup lengkap untuk menunjang proses pendidikan siswa.
Sekolah tersebut memiliki lapangan sepak bola, fasilitas olahraga untuk jenjang SD, SMP hingga SMA, aula pertemuan yang luas serta masjid. Selain pendidikan formal, siswa yang tinggal di asrama juga mendapatkan fasilitas belajar, tempat tinggal, makanan bergizi dan kebutuhan pendukung lainnya.
“Jangan pernah kau matikan cita-cita anakmu karena kesulitan ekonomi. Di Nganjuk, tidak ada alasan anak tidak sekolah karena kemiskinan. Haram hukumnya jika anak sampai tidak disekolahkan,” tegasnya.
Kang Marhaen menekankan bahwa MPLS di Sekolah Rakyat tidak boleh hanya menjadi kegiatan pengenalan gedung, guru maupun lingkungan sekolah. MPLS harus menjadi tahap awal bagi siswa untuk mengenal budaya hidup baru yang penuh kedisiplinan.
Karena itu, ia memperkenalkan konsep “7 Kebiasaan Anak Hebat” yang akan menjadi bagian dari keseharian siswa selama mengikuti pendidikan berbasis asrama.
Kebiasaan pertama adalah bangun pagi. Siswa dibiasakan bangun tepat waktu sehingga tidak terbentuk kebiasaan bangun kesiangan.

Kedua, beribadah. Pembentukan karakter religius dilakukan sesuai agama dan keyakinan masing-masing siswa. Bagi siswa Muslim, pembiasaan dilakukan melalui salat Subuh berjamaah, membaca Al-Qur’an dan wiridan. Siswa Kristen dan Katolik juga diarahkan menjalankan ibadah secara tertib.
Ketiga, berolahraga. Sekolah menyediakan berbagai aktivitas olahraga seperti sepak bola, catur dan pencak silat. Selain menjaga kebugaran, olahraga juga menjadi sarana membangun sportivitas, kerja sama dan kekompakan.
Keempat, makan sehat dan bergizi. Kebutuhan makanan siswa telah disiapkan sehingga mereka tidak perlu membawa uang jajan secara berlebihan.
Kelima, belajar dan gemar membaca. Kang Marhaen memberikan perhatian khusus terhadap budaya literasi di tengah tantangan penggunaan gawai. Ia mendorong perpustakaan sekolah untuk dihidupkan sehingga siswa terbiasa membaca dan memperluas wawasan.
Keenam, bermasyarakat. Kehidupan asrama menjadi ruang bagi siswa untuk belajar berinteraksi, bekerja sama dan menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Ketujuh, tidur lebih cepat. Siswa dibiasakan tidur tepat waktu agar mendapatkan istirahat yang cukup dan dapat kembali bangun pagi dalam kondisi prima.
Kang Marhaen juga berpesan kepada orang tua agar memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk belajar mandiri selama tinggal di asrama. Menurutnya, proses adaptasi dengan lingkungan baru merupakan bagian dari pembentukan mental dan kemandirian.

Ia juga menyampaikan pesan tentang pentingnya “Betah Soro”, yakni ketangguhan untuk tetap bertahan, bekerja keras dan konsisten ketika menghadapi kesulitan.
Nilai tersebut diharapkan menjadi bekal penting bagi siswa dalam menjalani pendidikan sekaligus menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan sekolah.
Melalui Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Nganjuk, Pemkab Nganjuk berharap lahir generasi yang tidak hanya memiliki prestasi akademik, tetapi juga berkarakter, mandiri, sehat, religius, memiliki budaya literasi serta mampu beradaptasi dan bekerja sama dengan masyarakat.