#

Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Nganjuk Jadi Jalan Putus Mata Rantai Kemiskinan Lewat Pendidikan

NGANJUK, PING – Pemerintah Kabupaten Nganjuk menegaskan komitmennya memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan dengan hadirnya Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Nganjuk. Sekolah yang berada di Jalan Gondang-Lengkong, Desa Balonggebang, Kecamatan Gondang, tersebut resmi diluncurkan sekaligus membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin (31/8/2026).

Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi mengatakan keberadaan Sekolah Rakyat merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah untuk memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap mendapatkan kesempatan pendidikan yang layak.

Program tersebut dirancang untuk memberikan akses pendidikan sekaligus memenuhi kebutuhan dasar siswa melalui sistem pendidikan berasrama. Dengan demikian, keterbatasan ekonomi keluarga tidak lagi menjadi alasan bagi anak untuk berhenti mengejar cita-cita.

Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Nganjuk diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, terutama kelompok desil 1, desil 2 dan sebagian desil 3.

Pemerintah tidak hanya menyediakan ruang belajar, tetapi juga berbagai kebutuhan yang mendukung kehidupan siswa selama menjalani pendidikan. Fasilitas belajar, asrama, makanan bergizi hingga makanan ringan disiapkan untuk siswa.

Kebijakan tersebut memperlihatkan bahwa intervensi pemerintah terhadap kemiskinan tidak berhenti pada pemberian bantuan sosial, tetapi diarahkan pada investasi sumber daya manusia melalui pendidikan.

Kang Marhaen mendorong para siswa untuk membangun kebiasaan positif sejak hari pertama sekolah. Mulai dari bangun pagi, beribadah, berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi, belajar dan membaca, bermasyarakat hingga tidur tepat waktu.

Menurutnya, kebiasaan tersebut merupakan bagian penting dalam membangun karakter generasi masa depan. Kehadiran Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Nganjuk menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Sebelumnya, Pemkab Nganjuk juga telah melakukan berbagai persiapan agar sekolah tersebut dapat beroperasi sesuai target. Pada 20 Agustus 2026, progres pembangunan fisik dilaporkan telah mencapai sekitar 95 persen dan pemerintah terus mempercepat penyelesaian fasilitas pendukung, utilitas, sanitasi serta layanan kesehatan.

Kini, dengan diluncurkannya Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Nganjuk, perhatian diarahkan pada keberlanjutan pendidikan dan pembentukan karakter para siswa.

Kang Marhaen menekankan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari berapa banyak anak yang bersekolah, tetapi juga dari sejauh mana pendidikan mampu mengubah masa depan mereka.

Dengan pendekatan pendidikan, asrama, pemenuhan kebutuhan dasar dan pembentukan karakter, Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Nganjuk diharapkan menjadi salah satu instrumen strategis Pemerintah Kabupaten Nganjuk dalam memperluas akses pendidikan sekaligus memutus mata rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas generasi penerus.

Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Nganjuk, Zuana Nurul Huda, menyebut program tersebut memiliki orientasi jangka pendek, menengah dan panjang.

Pada tahap awal, perhatian diarahkan pada kesehatan dan kesejahteraan siswa. Dalam jangka menengah, sekolah berupaya memastikan anak tetap melanjutkan pendidikan dan tidak mengalami putus sekolah.

Sementara dalam jangka panjang, pendidikan diharapkan mampu melahirkan generasi tangguh yang memiliki kemampuan meningkatkan taraf hidup keluarganya.

Saat ini sebanyak 200 siswa mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Nganjuk. Mereka terdiri dari 20 siswa SD, 90 siswa SMP dan 90 siswa SMA.

Sekolah menerapkan Kurikulum Merdeka dengan penguatan kompetensi peserta didik. Pendidikan berlangsung dengan sistem asrama yang memungkinkan pembinaan siswa dilakukan secara lebih terintegrasi.

Para siswa mendapatkan pendampingan dari pengasuh dan wali asrama. Sementara pemantauan kesehatan dilakukan melalui kerja sama dengan Puskesmas.

Sekolah tersebut sebenarnya memiliki kapasitas sekitar 1.000 siswa. Dengan jumlah peserta didik saat ini sebanyak 200 orang, fasilitas asrama dan ruang pendukung masih cukup memadai meskipun pembangunan sejumlah fasilitas belum sepenuhnya rampung.

Untuk menunjang kegiatan pendidikan, terdapat 103 tenaga pendukung yang terdiri dari 32 guru dan 71 tenaga kependidikan.

Dari sisi fasilitas, Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Nganjuk memiliki berbagai sarana yang dirancang untuk mendukung perkembangan siswa.

Selain ruang pembelajaran dan asrama, tersedia lapangan sepak bola, fasilitas olahraga untuk berbagai jenjang pendidikan, aula pertemuan serta masjid. Seluruhnya menjadi bagian dari ekosistem pendidikan yang menggabungkan pembelajaran akademik dengan pembinaan karakter.

Konsep tersebut sekaligus memperkuat posisi Sekolah Rakyat sebagai program pendidikan yang terintegrasi. Anak-anak tidak hanya memperoleh pelajaran di kelas, tetapi juga dibiasakan menjalani pola hidup disiplin melalui kehidupan asrama.