#

Hadiri Syukuran Rumah Layak Huni Siddiqiyah, Bupati Nganjuk Tegaskan Komitmen Layani Wong Cilik

NGANJUK, PING – Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi didampingi Ketua TP PKK Nganjuk S. Wahyuni Marhaen menghadiri Santunan Nasional ke-22 Mauliddin Nabi Muhammad SAW dan Penyampaian Rumah Syukur Kemerdekaan Indonesia Layak Huni Siddiqiyah ke-25 di Dusun Lungurjaya, Desa Banaran Kulon, Kecamatan Bagor, Senin (31/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat kepedulian sosial dan sinergi antara pemerintah dengan masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Marhaen menyampaikan apresiasi kepada jemaah Tarekat Siddiqiyah yang dinilai konsisten mendampingi masyarakat kecil atau wong cilik. Salah satunya melalui program Rumah Syukur yang memberikan hunian layak bagi masyarakat.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Nganjuk, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jemaah Siddiqiyah yang selama ini terus berjuang mendampingi kaum marhaen,” ujarnya.

Kang Marhaen juga menyebut program Rumah Syukur Siddiqiyah memiliki dukungan anggaran yang besar, yakni sekitar Rp111 juta untuk setiap unit rumah. Menurutnya, kepedulian seperti ini menjadi contoh nyata bahwa persoalan masyarakat dapat diselesaikan melalui kolaborasi antara pemerintah dan berbagai elemen masyarakat.

Kepedulian terhadap masyarakat kecil tersebut, lanjut Kang Marhaen, memiliki kedekatan dengan pengalaman hidupnya. Ia menceritakan pernah tumbuh dalam keluarga dengan keterbatasan ekonomi dan tinggal di rumah sederhana berdinding gedek yang bersebelahan dengan kandang ternak.

“Saya pernah merasakan bagaimana susahnya hidup, termasuk ketika rumah bocor saat hujan dan kesulitan untuk mendapatkan makanan,” ungkapnya.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu landasan komitmennya sejak menjabat Wakil Bupati hingga menjadi Bupati Nganjuk. Ia ingin memastikan masyarakat tidak mengalami kesulitan serupa.

“Mimpi saya sejak dulu adalah bagaimana jangan sampai ada masyarakat Nganjuk yang merasakan kesusahan seperti yang pernah saya alami,” tegasnya.

Untuk mewujudkan komitmen tersebut, Kang Marhaen menyampaikan empat fokus pelayanan dasar pemerintah. Pertama, memastikan tidak ada warga yang kelaparan melalui penyaluran bantuan pangan, termasuk dengan mengoperasikan empat mobil bansos keliling. Kedua, memperluas program penanganan rumah tidak layak huni agar masyarakat dapat tinggal di rumah yang aman dan sehat.

Ketiga, pemerintah berkomitmen memberikan akses kesehatan yang layak tanpa terbebani persoalan biaya. Sejak 2022, Pemkab Nganjuk telah mengalokasikan sekitar Rp114 miliar untuk membiayai layanan BPJS Kesehatan bagi masyarakat kurang mampu. Cakupan jaminan kesehatan masyarakat disebut telah mencapai 98 persen.

Keempat, Kang Marhaen menegaskan pentingnya memastikan seluruh anak mendapatkan pendidikan. Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui Sekolah Rakyat, yang diluncurkan pada hari yang sama. “Tidak boleh ada anak Nganjuk yang putus sekolah hanya karena orang tuanya tidak mampu,” tegasnya.

Kang Marhaen juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk jemaah Siddiqiyah, untuk memperkuat sinergi dan komunikasi dalam pembangunan daerah. Menurutnya, pemerintah membutuhkan dukungan seluruh masyarakat agar berbagai persoalan sosial dapat ditangani bersama.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama membangun Nganjuk agar masyarakatnya semakin sehat, sejahtera dan memiliki masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.