Kembangkan Sektor Perikanan, Dinas KPP Nganjuk Dorong Restocking hingga Edukasi Budidaya
- 15-09-2026
NGANJUK, PING – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (KPP) menggelar kegiatan bertajuk "Sekolah Peduli Inflasi Tahun 2026" di SMK Negeri 2 Bagor, Kamis (3/9/2026). Program strategis ini ditujukan untuk mendekatkan pemahaman terkait pengendalian inflasi sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah berbasis lingkungan pendidikan.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro, Sekretaris Daerah, Ketua I TP PKK Kabupaten Nganjuk, serta sejumlah kepala OPD terkait. Kehadiran jajaran Pemkab Nganjuk menjadi bagian dari upaya mendorong keterlibatan institusi pendidikan dalam program pengendalian inflasi dan ketahanan pangan.

Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro dalam arahannya mengajak para pelajar untuk memahami hakikat inflasi melalui pendekatan sederhana, yaitu mekanisme penawaran dan permintaan (supply and demand).
"Poinnya sederhana, inflasi itu kenaikan harga barang yang tidak sebagaimana mestinya. Misalnya dulu harga cabai X, sekarang naik jadi X plus sekian. Ini terjadi karena prinsip ekonomi: saat supply-nya sedikit tapi demand-nya banyak, harga otomatis semakin tinggi," terang Wabup Trihandy di hadapan para siswa.
Ia menekankan bahwa keterlibatan siswa dalam aksi menanam bibit cabai dan tomat bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari solusi menjaga pasokan pangan mandiri.
"Kenapa kalian semua kita ajak untuk menanam bersama? Supaya kalian ikut memiliki. Kalau kita sudah bisa menanam cabai dan tomat sendiri, kita tidak perlu berebut supply di pasar. Saat pasokan aman dan permintaan stabil, harganya pun akan terjaga dan terjangkau," tutur Mas Handy sapaan akrabnya.

Mas Handy berpesan agar fasilitas yang telah diberikan dapat dirawat dengan baik hingga menghasilkan panen nyata yang berdampak langsung bagi lingkungan sekolah.
"Harapannya ini bukan hanya formalitas tanam-menanam, tetapi harus benar-benar dirawat hingga membuahkan hasil. Minimal hasilnya bisa dimanfaatkan sendiri sehingga kebutuhan sembako sehari-hari dapat teratasi secara mandiri," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas KPP Kabupaten Nganjuk, Jusuf Satrio Wibowo memaparkan bahwa kegiatan Sekolah Peduli Inflasi 2026 merupakan wujud nyata kolaborasi antara Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Nganjuk dengan dunia pendidikan.
"Kegiatan Sekolah Peduli Inflasi Tahun 2026 ini diselenggarakan sebagai upaya terstruktur dalam mendukung pengendalian inflasi daerah melalui keterlibatan masyarakat sejak usia sekolah," jelas Jusuf dalam laporannya.

Jusuf menambahkan, selain sosialisasi, agenda ini juga diisi dengan penyerahan bantuan fasilitas serta pelatihan praktis budidaya tanaman hortikultura yang sering memicu fluktuasi harga.
"Kegiatan ini mencakup penyerahan secara simbolis mini greenhouse beserta media tanam polybag, bibit cabai, dan bibit tomat kepada SMKN 2 Bagor. Selain itu, diberikan pula penyampaian materi dan praktik budidaya hidroponik oleh praktisi hidroponik agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan sebagai sarana pembelajaran produktif di sekolah," tandasnya.