#

Korban Keracunan Berangsur Pulih, Kang Marhaen Pastikan Penanganan Medis Optimal

Nganjuk, PING – Penanganan terhadap warga yang terdampak insiden keracunan makanan terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Nganjuk. Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi turun langsung mengunjungi para pasien yang menjalani perawatan di RSUD Nganjuk dan RS Bhayangkara, Kamis (3/9/2026) sore.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis secara optimal. Selain melihat langsung kondisi pasien, Bupati yang akrab disapa Kang Marhaen itu juga memastikan pemerintah daerah memberikan dukungan penuh terhadap kebutuhan medis para korban.

Berdasarkan data pemantauan Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk, kondisi para korban saat ini menunjukkan perkembangan positif. Dari total 127 warga yang terdampak, sebanyak 90 orang telah dinyatakan pulih dan diperbolehkan pulang.

Sementara itu, 3 orang masih menjalani observasi. Adapun sebanyak 34 pasien masih membutuhkan perawatan, dengan rincian 17 pasien dirawat di rumah sakit dan 17 pasien lainnya mendapatkan penanganan intensif di sejumlah puskesmas dan klinik kesehatan di Kabupaten Nganjuk.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penanganan medis terus berjalan dan sebagian besar korban telah melewati fase perawatan. Pemerintah Kabupaten Nganjuk memastikan pelayanan kesehatan terhadap pasien yang masih dirawat tetap menjadi prioritas hingga kondisi mereka benar-benar pulih.

Tak hanya berfokus pada penanganan korban, Kang Marhaen juga meminta agar insiden tersebut menjadi bahan evaluasi menyeluruh. Langkah ini penting untuk mengetahui faktor penyebab sekaligus memastikan kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro memimpin rapat koordinasi lintas sektor pada hari yang sama. Dalam rapat tersebut disepakati perlunya pelibatan BPOM untuk melakukan evaluasi terhadap standar operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Evaluasi akan mencakup sejumlah aspek penting, mulai dari manajemen waktu memasak hingga kelayakan sarana dan prasarana. Pemeriksaan tersebut diharapkan dapat memperkuat standar keamanan dalam proses penyediaan makanan.

Upaya pencegahan juga diarahkan kepada lingkungan sekolah. Para tenaga pendidik diminta lebih proaktif memberikan edukasi kepada siswa mengenai pentingnya keamanan dalam mengonsumsi makanan.

Para siswa juga diimbau untuk mengonsumsi hidangan utama secara langsung di lokasi. Sementara makanan yang dibawa pulang sebaiknya merupakan bahan pangan yang memiliki daya simpan lebih lama dan terjamin keamanannya, seperti buah-buahan dan susu kemasan.

Dengan penanganan medis yang terus dilakukan serta evaluasi lintas sektor yang segera digerakkan, Pemerintah Kabupaten Nganjuk menegaskan komitmennya untuk memastikan keselamatan dan kesehatan warga sekaligus memperkuat sistem pencegahan agar insiden serupa tidak kembali terjadi.