Kembangkan Sektor Perikanan, Dinas KPP Nganjuk Dorong Restocking hingga Edukasi Budidaya
- 15-09-2026
Nganjuk , PING-Inovasi dalam menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan di era digital ditunjukkan Bambang Priono, warga sekaligus Ketua RT di Kelurahan Bogo, Kecamatan Nganjuk. Berkat inovasinya membangun sistem keamanan berbasis CCTV secara swadaya, Bambang mendapat apresiasi dan sebutan sebagai Pak RT terinovatif dalam menjaga lingkungan di era digital.
Apresiasi tersebut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Nganjuk, Subani, saat melakukan kunjungan kerja di Lingkungan RT 4 RW 2, Kelurahan Bogo, Jumat (4/9/2026).
Subani mengaku bangga dengan inovasi yang dilakukan Bambang bersama warga. Di tengah perkembangan teknologi digital, Bambang berhasil mengubah lingkungannya menjadi kawasan RT Digital dengan memasang kamera pengawas atau CCTV di sejumlah ruas jalan lingkungan.
Menariknya, seluruh program tersebut tidak menggunakan anggaran pemerintah maupun APBD. Pemasangan CCTV dilakukan melalui swadaya masyarakat dengan sistem jimpitan.
“Ini luar biasa, Pak Bambang. Zaman sudah digital dan teknologi dimanfaatkan dengan baik. CCTV ini sangat penting untuk menjaga keamanan dan kenyamanan warga sekitar. Bagus,” ujar Subani.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi CCTV memiliki banyak manfaat bagi masyarakat. Selain dapat memantau aktivitas dan lalu lintas di lingkungan sekitar, keberadaan kamera pengawas juga menjadi salah satu upaya pencegahan dan penanganan gangguan keamanan.
Terlebih, sistem CCTV yang dipasang di lingkungan tersebut dapat diakses secara daring oleh warga.
“Jadi tidak hanya Pak RT saja yang bisa mengetahui. Masyarakat juga bisa langsung melihat apabila ada kejadian tertentu. Rekaman CCTV juga dapat diputar kembali dan menjadi bukti apabila nantinya diperlukan dalam suatu kejadian,” jelasnya.
Subani berharap inovasi tersebut dapat menjadi contoh dan diikuti oleh lingkungan RT lainnya, termasuk desa dan kelurahan lain di Kabupaten Nganjuk.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital tidak harus selalu dilakukan melalui program besar dan anggaran pemerintah. Inisiatif serta kekompakan masyarakat juga dapat menjadi kekuatan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.

Sementara itu, Bambang Priono mengungkapkan, gagasan memasang CCTV bermula dari keresahan warga akibat sejumlah peristiwa pencurian di lingkungan mereka.
Kondisi tersebut, kata Bambang, sempat memunculkan rasa curiga dan ketidakpercayaan antarsesama warga. Bahkan, tidak jarang terjadi saling tuduh karena tidak adanya bukti yang jelas.
“Dari situ saya berpikir bagaimana caranya mengubah anggapan, istilahnya panggah pinter malinge. Kita ubah dengan memasang CCTV supaya tidak suudzon. Kalau ada kejadian, ini buktinya dari CCTV,” ungkap Bambang.
Ia menambahkan, sistem CCTV di lingkungannya mulai berjalan sejak 2024. Seluruh biaya pengadaan dan pemasangan berasal dari swadaya masyarakat melalui jimpitan warga.
Menariknya, tidak ada nominal khusus yang ditetapkan bagi warga.
“Kami tidak mematok berapa yang harus diberikan. Tetapi alhamdulillah warga kompak dan sukarela. Saat ini total ada sembilan CCTV, delapan dipasang di ruas jalan lingkungan dan satu berada di fasilitas umum, tepatnya di area tempat ibadah atau masjid,” jelasnya.
Bambang menegaskan, seluruh pembiayaan pemasangan dan pengembangan CCTV tersebut tidak menggunakan anggaran dari pemerintah.
Program tersebut pun mulai menunjukkan hasil. Salah satunya, rekaman CCTV pernah membantu mengungkap sebuah kejadian pelemparan terhadap pintu kereta api yang kemudian dapat diketahui oleh pihak berwenang.
“Alhamdulillah, dari pemasangan CCTV ini sudah ada hasilnya. Semoga ke depan bisa terus kami kembangkan. Tidak hanya CCTV, tetapi juga penataan lingkungan lainnya untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada warga akan terus kami pikirkan,” pungkasnya.

Melalui kekompakan dan semangat gotong royong, RT 4 RW 2 Kelurahan Bogo membuktikan bahwa transformasi digital dapat dimulai dari lingkungan terkecil. Dengan memanfaatkan teknologi dan swadaya masyarakat, keamanan lingkungan kini tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga menjadi gerakan bersama warga.