#

Dongkrak Kualitas Varietas Tajuk, Ajang Pestani Nyawiji Pacu Daya Saing Bawang Merah Nganjuk

Nganjuk, PING – PT Petrokimia Gresik menggelar ajang Pestani (Pesta Petani) Bawang Merah Nyawiji di Desa Sumberjo, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk, Senin (7/9/2026). Kegiatan ini menjadi wadah edukasi sekaligus kompetisi budidaya guna mendongkrak produktivitas serta kualitas komoditas unggulan pertanian di Kabupaten Nganjuk.

Hadir dalam acara tersebut Bupati Nganjuk, Asisten Teritorial (Aster) Komandan Koderal V Surabaya Kolonel Marinir Ahmad Muharam Fauzi, jajaran Direksi PT Petrokimia Gresik, perwakilan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk, Forkopimcam Gondang, Kepala Desa Sumberjo, jajaran BPP Kecamatan Gondang, pengurus Perhimpunan Petani Bawang Merah, serta ratusan petani setempat.

Senior Vice President (SVP) Pengelolaan Pergudangan & Pelabuhan PT Petrokimia Gresik, Andri Puji Handoyo, dalam laporannya menyampaikan bahwa Pestani Bawang Merah Nyawiji dirancang untuk memacu semangat petani agar tidak hanya berfokus pada rutinitas di sawah, melainkan juga memperoleh pendampingan budidaya yang terarah.

"Program ini kami kemas dalam bentuk kompetisi dan edukasi dengan tajuk Bawang Merah Juaranya, Kualitas Istimewa. Diikuti oleh 120 peserta dari enam kecamatan, yakni Wilangan, Bagor, Rejoso, Nganjuk, Sukomoro, dan Gondang, yang telah bergulir sejak Maret 2026," jelas Andri.

Andri menambahkan, pemilihan Kabupaten Nganjuk didasari perannya sebagai sentra komoditas bawang merah nasional. Dalam kompetisi ini, petani didorong mengoptimalkan pemupukan berimbang menggunakan pupuk nonsubsidi, seperti Phonska Plus, Phonska Cair, ZA Plus, SP-36, Petroganik Premium, dan produk pupuk hayati lainnya.

"Penilaian dilakukan berdasarkan bobot panen, keseragaman umbi, hingga kelengkapan dokumentasi budidaya. Berdasarkan hasil evaluasi lapangan, terjadi kenaikan produktivitas dari sebelumnya 18 ton per hektare menjadi 20 ton per hektare, atau naik sekitar 12 persen," ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Keuangan dan Umum PT Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo, menegaskan komitmen perusahaan sebagai penyedia solusi agroindustri untuk terus mendampingi petani dari hulu hingga hilir, mulai dari edukasi pemupukan, uji tanah, hingga pemanfaatan teknologi pertanian.

"Kata Nyawiji memiliki makna menyatukan langkah antara petani, pemerintah, dan dunia usaha. Melalui varietas lokal unggulan Nganjuk, yakni Tajuk (Tanaman Asli Baujeng Nganjuk), kami ingin memastikan produktivitas meningkat dan ketahanan pangan nasional makin kokoh," ujar Adityo.

Adityo juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, khususnya para pemenang kompetisi, serta memastikan ketersediaan pasokan pupuk nonsubsidi di kios-kios pertanian daerah Nganjuk tetap terjaga guna memenuhi kebutuhan para petani.

“Pestani ini bukan sekadar kompetisi, kami jadikan sebagai ruang bagi para petani untuk belajar, berbagi pengalaman, membangun kolaborasi sekaligus menunjukkan praktik budidaya terbaik,” ungkapnya.

Melalui kegiatan tersebut, Petrokimia Gresik berharap sinergi antara petani, pemerintah, dunia usaha dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat. Dengan produktivitas yang meningkat dan kualitas hasil panen yang semakin baik, sektor bawang merah Nganjuk diharapkan semakin mampu memberikan nilai tambah bagi petani sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah dan nasional.