Dari Rumah Tak Layak Huni Menuju Hunian Lebih Layak, Kang Marhaen Serahkan Bantuan RTLH di Putren
- 11-06-2026
Nganjuk, PING– Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Nganjuk berlanjut dengan Pawai Budaya tingkat SMA/SMK/MA sederajat, Selasa (12/8/2025). Sebanyak 13 regu dari berbagai sekolah turut ambil bagian, menampilkan kekayaan budaya Nusantara melalui busana adat dan kreativitas masing-masing.
Arak-arakan dimulai dari Stadion Anjuk Ladang, menyusuri rute utama kota, dan berakhir di Alun-alun Nganjuk. Sejak pagi, masyarakat telah memadati jalur pawai untuk menyaksikan penampilan para peserta yang memukau dengan pakaian adat khas daerah dari Sabang hingga Merauke.
Pawai budaya dibuka langsung oleh Bupati Nganjuk, Kang Marhaen, didampingi Wakil Bupati Trihandy Saputro, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Nganjuk. Dalam sambutannya, Bupati mengapresiasi semangat peserta yang tetap antusias meski harus berjalan di bawah terik matahari.

“Acara ini menjadi bukti bahwa generasi muda Nganjuk memiliki kebanggaan terhadap budaya bangsa. Semoga kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air dan mempererat persatuan di antara kita,” ujar Kang Marhaen di hadapan tamu undangan dan masyarakat.
Perwakilan panitia, Gunawan Widagdo selaku Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata Kabupaten Nganjuk, menjelaskan bahwa pawai budaya ini merupakan bagian dari rangkaian acara peringatan HUT ke-80 RI yang telah dimulai dari tingkatTK, SD dan SMP. “Pawai budaya ini adalah bagian dari serangkaian acara yang sebelumnya telah melibatkan TK, SD dan SMP, dan setelah SMA/SMK/MA akan ada pawai umum. Peserta pawai adalah lembaga SMA, SMK, MA negeri dan swasta yang ada di Kabupaten Nganjuk, dengan jumlah total 13 sekolah,” ungkapnya.
Sepanjang perjalanan, peserta sesekali melambaikan tangan dan menampilkan atraksi singkat di depan tenda kehormatan yang berdiri di sepanjang Jalan A. Yani. Warga pun antusias memberikan tepuk tangan dan sorakan semangat, menambah kemeriahan suasana. Pedagang kaki lima juga tampak memanfaatkan momentum ini untuk menjajakan dagangannya.

Menurut panitia, setiap regu menampilkan konsep busana yang unik, mulai dari pakaian adat Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan, hingga Papua, lengkap dengan aksesori khas daerah. Antusiasme penonton yang memadati rute membuat pawai ini menjadi salah satu acara yang paling dinantikan dalam rangkaian perayaan HUT ke-80 RI di Nganjuk.