#

Pawai Budaya dan Pembangunan Kategori Umum Tutup Rangkaian Karnaval HUT ke-80 RI di Nganjuk

Nganjuk, PING– Kemeriahan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Nganjuk kembali digelar pada Rabu (13/8/2025) dengan Pawai Budaya dan Pembangunan kategori umum. Sebanyak 21 kelompok peserta dari unsur BUMD, organisasi, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat umum menampilkan ragam budaya Nusantara dalam bentuk busana adat, atraksi, serta kendaraan hias yang memukau ribuan penonton.

Arak-arakan dimulai dari Stadion Anjuk Ladang dan berakhir di Alun-alun Nganjuk, tepat di depan Pendopo KRT Sosro Koesoemo. Sejak siang hari, jalur pawai dipadati warga dari berbagai penjuru, menciptakan lautan manusia di sepanjang rute. Antusiasme penonton semakin terasa ketika setiap regu melintas sambil menampilkan atraksi khas, mulai dari tarian daerah, musik tradisional, hingga pertunjukan teatrikal yang sarat pesan budaya.

Pawai secara resmi diberangkatkan oleh Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Nganjuk, Gunawan Widagdo, menyampaikan bahwa pawai ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT RI ke-80 yang telah dimulai sejak jenjang TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/MA/SMK.

“Tujuan kegiatan ini adalah untuk memupuk patriotisme dan nasionalisme, baik bagi saya pribadi maupun seluruh masyarakat Indonesia, agar kita tidak lupa pada sejarah dan jasa para pahlawan yang telah gugur mempertahankan bumi Nusantara, bumi pertiwi Indonesia tercinta,” ujarnya.

Sekretaris Disporabudpar, Moch Jainuri, dalam laporannya menjelaskan bahwa pawai dimulai pukul 13.00 WIB dari Stadion Anjuk Ladang dan berakhir di Jalan Basuki Rahmat. “Peserta terdiri dari perusahaan, komunitas, dan masyarakat umum yang ada di Kabupaten Nganjuk, dengan total 21 regu,” terangnya.

Tema “Keragaman Budaya Indonesia” menjadi benang merah seluruh penampilan, menegaskan kekayaan warisan budaya bangsa yang patut dilestarikan. Kehadiran kendaraan hias menjadi salah satu daya tarik utama. Masing-masing kelompok mengusung konsep unik, mulai dari replika rumah adat, miniatur ikon daerah, hingga ornamen khas yang dibuat dengan detail memukau. Tak hanya memanjakan mata, beberapa kendaraan hias juga dilengkapi musik daerah yang membuat suasana semakin semarak.

Di sepanjang jalur pawai, stand UMKM turut meramaikan suasana dengan menawarkan aneka kuliner, kerajinan tangan, dan produk lokal khas Nganjuk. Warga tidak hanya datang untuk menonton, tetapi juga berbelanja dan bersantai bersama keluarga, menjadikan momen ini sekaligus ajang silaturahmi dan kebersamaan.

Sorak sorai dan tepuk tangan penonton mengiringi setiap penampilan, menunjukkan kebanggaan dan kecintaan mereka terhadap budaya Indonesia. Banyak penonton yang mengabadikan momen melalui kamera ponsel, lalu membagikannya di media sosial, sehingga semakin memperluas promosi budaya daerah. Pemerintah Kabupaten Nganjuk berharap semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap budaya yang ditunjukkan dalam karnaval atau pawai budaya ini akan terus terjaga, menjadi modal penting untuk membangun Nganjuk yang maju dan berkarakter.