SIKOM PMR PMI Nganjuk 2026 Resmi Dibuka, Libatkan 1.500 Peserta dari Seluruh Jenjang Pendidikan
- 24-06-2026
Nganjuk, PING – Sektor pariwisata serta ekonomi kreatif di Kabupaten Nganjuk menyimpan potensi luar biasa yang tak kalah bersaing dengan daerah lain di Jawa Timur. Namun, optimalisasi pengelolaan serta promosi digital yang konsisten masih menjadi tantangan utama agar destinasi lokal Kota Angin dapat dikenal luas di kancah nasional hingga global.
Guna mengupas tuntas keterlibatan aktif generasi muda dalam membangun ekosistem pariwisata, Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Nganjuk menggelar dialog interaktif program Dinamika Pagi di 105,3 Radio Suara Anjuk Ladang (RSAL FM) pada Senin, 22 Juni 2026.
Dialog bertajuk "Program Berdampak Duta Wisata Raka Raki Jawa Timur 2026 bagi Sektor Pariwisata serta Ekonomi Kreatif Kabupaten Nganjuk" ini menghadirkan perwakilan dinas, Pak Wahyu, bersama Duta Wisata perwakilan Kabupaten Nganjuk dalam ajang Raka Raki Jawa Timur 2026, Anan.
Sebagai alumni SMA Negeri 3 Nganjuk tahun 2024 serta mahasiswa baru Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Anan mengungkapkan motivasinya melangkah ke tingkat provinsi. Ia menilai banyak masyarakat lokal yang belum mengetahui keindahan destinasi di tanah kelahirannya sendiri lantaran terjebak arus tren sesaat (FOMO).
"Melalui latar belakang Duta Wisata Nganjuk, saya menginisiasi konten kreatif bertajuk 'Kelingan' (Keliling Bareng Anan). Konten ini didesain khusus untuk mengeksplorasi serta mempromosikan destinasi pariwisata serta produk ekonomi kreatif tersembunyi yang selama ini belum terlihat oleh masyarakat luas," ungkap Anan. Langkah ini selaras dengan tagline resmi Disporabudpar Nganjuk, yaitu "Di Nganjuk Aja", yang mengajak masyarakat bangga berwisata di daerah sendiri.
Dalam ajang Raka Raki Jatim 2026, tim Nganjuk menyodorkan dua program kerja konkret serta berdampak langsung bagi masyarakat di dua desa wisata utama:
1. Digitalisasi Konten serta Logo Resmi Wisata Tani Betet
Anan memilih Wisata Tani Betet yang terletak di Kecamatan Ngronggot sebagai salah satu lokus program berdampaknya. Analisis lapangan menunjukkan bahwa media sosial destinasi tersebut kurang berkembang serta belum memiliki identitas visual yang baku.
"Kami mendampingi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat mulai dari pembuatan logo official. Selanjutnya, kami menggelar workshop intensif mengenai desain grafis lewat Canva, penyuntingan video via CapCut, serta teknik copywriting penulisan caption media sosial yang estetik serta interaktif," papar Anan.
Uniknya, para pengelola serta driver perahu wisata di Tani Betet turut dilatih menjadi kreator konten. Ke depan, wisatawan yang naik perahu tidak perlu bingung merekam video, karena pengemudi perahu siap mengambil gambar secara profesional layaknya pemandu wisata di pantai Tulungagung.
2. Festival Kincir Angin Pertama di Jatim (Bukit Surga)
Guna menegaskan identitas Nganjuk sebagai "Kota Angin", sebuah terobosan baru siap dihentak di Desa Wisata Bukit Surga, Bareng, melalui gelaran Festival Kincir Angin (Kipiran) perdana se-Jawa Timur pada tanggal 11 Juli mendatang. Festival ini memadukan sektor kriya kerajinan tangan dengan kearifan lokal alat pengusir hama burung tradisional berbahan bambu serta kuningan.
Pendaftaran kompetisi dibuka secara luas bagi perorangan, sekolah, maupun komunitas hingga 8 Juli, dengan total hadiah jutaan rupiah. Seluruh karya kincir angin yang dilombakan akan dipasang serta diabadikan secara permanen di Bukit Surga guna melengkapi keindahan pemandangan view 360 derajat yang dimiliki desa peraih 5 Besar Desa Wisata Terbersih di Jawa Timur tahun 2025 tersebut. Event ini juga akan dimeriahkan oleh pameran produk UMKM, sanggar tari lokal, pertunjukan Jaranan, serta pementasan pantomim warga desa.
Menanggapi pertanyaan interaktif dari grup WhatsApp warga mengenai optimalisasi Kali Widas, Pak Wahyu menerangkan bahwa pembangunan sektor pariwisata sangat bergantung pada partisipasi aktif Pokdarwis serta Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH). Pemerintah daerah berkomitmen penuh bertindak sebagai pendorong serta regulator, namun konsistensi operasional mutlak membutuhkan kerukunan serta regenerasi warga desa.
Di akhir sesi dialog, Pak Wahyu mengajak para konten kreator serta pengguna fitur Facebook Profesional (FB Pro) di Nganjuk untuk gencar mengunggah keindahan wisata Kota Angin, seperti Air Terjun Coban Kepel serta keelokan pancuran Air Terjun Sedudo yang baru saja selesai dipugar.
"Hari ini kita bertarung melawan algoritma media sosial. Dengan rutin membuat konten positif serta ulasan yang baik, kita tidak hanya menaikkan visibilitas wisata daerah menuju kancah internasional, tetapi juga membuka peluang monetisasi serta peningkatan kesejahteraan bagi para kreator lokal Nganjuk," pungkas Pak Wahyu.