#

Kawal Pengesahan Warga Baru PSHT, Bupati Nganjuk Tekankan Deteksi Dini di Wilayah Perbatasan

NGANJUK, PING – Pemerintah Kabupaten Nganjuk berkomitmen penuh dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjelang agenda besar pengesahan warga baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Nganjuk tahun 2026.

Komitmen ini ditegaskan langsung oleh Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, saat memimpin Apel Gelar Pasukan Pengamanan di halaman Mapolres Nganjuk, Selasa (23/6/2026) sore. Kegiatan yang menjadi pusat perhatian ini disiapkan untuk mengawal prosesi pengesahan yang berlokasi di Desa Pesudukuh, Kecamatan Bagor.

Dalam arahannya selaku pimpinan apel, Bupati Marhaen menggarisbawahi pentingnya kesiapan total dari seluruh unsur pengamanan. Pasalnya, jumlah warga baru yang akan disahkan terhitung sangat besar, yakni mencapai 3.300 orang.

Untuk mengantisipasi dinamika di lapangan, Pemkab Nganjuk bersama TNI dan Polri telah menyiagakan sedikitnya 1.720 personel gabungan. Bupati menilai, rasio pengamanan sebesar 2 banding 1 (dua warga baru berbanding satu petugas) ini sudah sangat ideal untuk memastikan situasi tetap kondusif.

"Jumlah warga baru yang akan disahkan mencapai 3.300 orang. Dengan rasio 2 banding 1 ini, kita optimis keamanan dan ketertiban di Kabupaten Nganjuk dapat terjaga dengan baik," ujar Kang Marhaen.

Secara khusus, Kang Marhaen menginstruksikan kepada seluruh personel untuk memperketat pengawasan di titik-titik strategis, utamanya di kawasan perbatasan yang menghubungkan Kabupaten Nganjuk dengan daerah tetangga. Langkah ini diambil sebagai bentuk deteksi dini pencegahan konflik.

"Saya minta lakukan screening ketat terhadap potensi gangguan yang datang dari luar wilayah. Jangan sampai ada pihak luar yang memicu gesekan di wilayah kita," tegasnya.

Sebagai kepala daerah, Bupati Marhaen mengapresiasi kesiapan Polres Nganjuk di bawah komando Kapolres AKBP Suria Miftah Irawan, serta dukungan penuh dari jajaran Kodim 0810/Nganjuk, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, hingga jajaran pengamanan internal PSHT (Pamter).

Selepas apel, jalannya pengamanan juga dimatangkan melalui Tactical Floor Game (TFG) yang dipimpin oleh Wakapolres Nganjuk Kompol Didid Wahyu Agustyawan, guna memastikan seluruh perwira di lapangan memahami rantai komando dan skenario taktis. Pola pengamanan berlapis ini akan diterapkan mulai dari penyekatan jalur perbatasan, patroli mobile, hingga pengamanan stasioner di lokasi utama acara.

Di akhir penyampaiannya, Kang Marhaen berharap seluruh rangkaian acara pengesahan dapat berjalan dengan khidmat, aman, dan membawa berkah bagi masyarakat Nganjuk. Beliau juga mengimbau seluruh warga Nganjuk dan para anggota organisasi pencak silat untuk bersama-sama menunjukkan kedewasaan dalam menjaga kedamaian di bumi Anjuk Ladang.