#

Strategi Parenting Hebat, Psikolog Sri Sulistyaningsih Berbagi Ilmu di Kota Angin

Nganjuk, PING – “Hati seorang ibu adalah ruang kelas sesungguhnya bagi anak-anak untuk belajar,” kalimat pembuka yang menyentuh dari Sri Sulistyaningsih, S.Psi., Psikolog, seketika menghadirkan suasana reflektif bagi ratusan ibu yang memadati Pendopo KRT Sosro Koesoemo pada Senin (22/12/2025). Dalam gelaran workshop menyambut Hari Ibu ke-97 tersebut, sang psikolog yang akrab disapa Bunda Aan ini mengajak perempuan Nganjuk menyadari bahwa mereka adalah sekolah pertama sekaligus penentu ekosistem emosional di rumah.

Bunda Aan menekankan bahwa di era modern ini, ibu seringkali terjebak dalam tuntutan untuk menjadi sempurna, padahal yang dibutuhkan anak hanyalah kehadiran yang utuh secara emosional. Dengan gaya penyampaian yang hangat, beliau menjelaskan bahwa emosi seorang ibu merupakan cermin bagi anaknya; saat ibu mampu mengelola ketenangan dan merasa bahagia, maka anak akan tumbuh dengan rasa aman serta kepercayaan diri untuk bersosialisasi tanpa takut salah.

Dalam sesinya, narasumber asal Sidoarjo ini mengingatkan agar orang tua tidak lagi mengukur keberhasilan anak hanya dari nilai akademik atau juara kelas semata5. Ia menegaskan bahwa relasi batin jauh lebih berharga daripada prestasi, karena kedekatan emosional di tujuh tahun pertama kehidupan anak akan menjadi fondasi karakter yang dibawa hingga dewasa.

“Oleh karena itu, penguatan ikatan emosional perlu didahulukan sebelum menetapkan aturan maupun memberikan arahan dan koreksi kepada anak,” ujarnya.

Pesan tajam juga disampaikan mengenai kesalahan yang sering tidak disadari dalam pola asuh, seperti kebiasaan membandingkan anak, melabeli secara negatif, hingga menuntut kepatuhan tanpa mau mendengarkan perasaan mereka. Bunda Aan memberikan tips praktis agar para ibu mulai belajar melakukan jeda sejenak sebelum marah serta tidak segan untuk meminta maaf jika melakukan kekeliruan, sebagai bentuk teladan kemanusiaan yang nyata.

Sebagai penutup yang menguatkan, pendiri Sabiluna Children Development Center ini mengingatkan bahwa untuk mencetak anak yang sehat secara emosional, seorang ibu harus terlebih dahulu menjaga kesehatan mentalnya sendiri. Ia memberikan apresiasi bagi para ibu yang tetap mau belajar dan bertumbuh di tengah kesibukan mereka.

"Ketika ibu memperbaiki dirinya, sejatinya ia sedang membangun masa depan anak-anaknya. Karena di tangan ibulah masa depan itu berada, dan di telapak kakinya terdapat surga bagi buah hatinya," pungkas Bunda Aan.