#

Gerakan Tanam Pohon 2025, Perhutani Nganjuk Ajak Semua Pihak Rawat Hutan

Nganjuk, PING— Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Nganjuk kembali memperkuat upaya pengelolaan hutan lestari melalui kegiatan Penanaman Pohon Bersama Tahun 2025 yang dilaksanakan di di Petak 105A-1, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Jatirejo, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Berbek,  Desa Siwalan, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, pada Senin, (22/12/2025).

Program ini merupakan bagian dari agenda tahunan Perhutani dalam memperluas tutupan hijau dan mendukung fungsi ekosistem hutan. Dalam aksi kali ini, bibit pohon yang ditanam mencapai sekitar 125.000 plancis dengan luas pembibitan mencapai 124,64 hektar, menyasar lima wilayah kerja Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) di lingkungan KPH Nganjuk.

Acara dipimpin oleh Wakil Administratur/KSKPH Nganjuk, Yuli Suprianto, bersama jajaran pimpinan Perhutani, termasuk Kepala Seksi Madya, seluruh Kepala BKPH, serta mandor tanam dan mandor Polhuter. Kegiatan ini juga melibatkan partisipasi aktif dari Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Sido Asih serta tokoh masyarakat dan kepala desa setempat.

Dalam sambutannya, Yuli Suprianto menegaskan bahwa kegiatan penanaman pohon merupakan wujud komitmen Perhutani dalam mendukung kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan.

 

“Penghijauan tidak hanya berkontribusi pada peningkatan kualitas udara, tetapi juga berperan penting dalam menjaga sumber air, memperkuat fungsi penyangga kehidupan, serta mengurangi risiko bencana alam seperti banjir dan longsor,” tuturnya.

Lebih jauh, Suprianto mengajak seluruh pihak yang terlibat untuk tidak hanya menanam tetapi juga merawat tanaman yang sudah ditanam agar tumbuh subur dan memberi manfaat jangka panjang. “Menjaga hutan dimulai dengan menanam, merawat, dan memastikan tanaman tumbuh dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Ikatan Istri Karyawan (IIK) Perhutani Cabang KPH Nganjuk, Rini Eka Listianah, menyatakan dukungannya penuh atas pelaksanaan program ini sebagai bagian dari program kerja IIK-P Nganjuk tahun 2025. Ia menilai kegiatan seperti ini selaras dengan semangat penghijauan dan pembinaan masyarakat dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Kegiatan tanam pohon bersama tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap penguatan ekosistem hutan, konservasi sumber daya alam, dan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan, sekaligus menjadi contoh nyata kolaborasi antara lembaga kehutanan dan masyarakat lokal.