#

Salurkan Bantuan Susu PKMK, Kang Marhaen Tegaskan Komitmen Pemkab Nganjuk Perangi Stunting

NGANJUK, PING — Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Dinas Kesehatan terus memperkuat upaya percepatan penurunan angka stunting melalui intervensi gizi spesifik. Langkah nyata ini diwujudkan melalui penyerahan bantuan Susu Pangan Olahan Khusus Keperluan Medis Khusus (PKMK) bagi balita stunting yang diselenggarakan secara khidmat di Pendopo KRT Sosrokoesoemo pada Rabu (31/12/2025).

Kegiatan strategis yang diinisiasi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk ini dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah, mulai dari Bupati Nganjuk, Wakil Bupati Nganjuk, Sekretaris Daerah, hingga Kepala Dinas Kesehatan. Turut hadir pula Ketua TP PKK Kabupaten Nganjuk beserta Ketua Bidang I dan jajaran pengurus lainnya, para kepala OPD, Camat, serta Kepala Puskesmas se-Kabupaten Nganjuk sebagai bentuk sinergi lintas sektor.

Penyerahan bantuan susu PKMK ini merupakan bagian dari program intervensi gizi terukur yang ditujukan bagi balita stunting yang telah diverifikasi oleh tenaga kesehatan.

Dalam sambutannya, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menegaskan bahwa bantuan ini adalah bentuk nyata keseriusan pemerintah dalam melindungi masa emas pertumbuhan anak.

“Dalam rangka intervensi stunting, Pemerintah Kabupaten Nganjuk mengalokasikan anggaran kurang lebih Rp1,038 miliar khusus untuk pengadaan susu formula dengan kandungan gizi medis yang sangat baik,” ujar Kang Marhaen saat memberikan arahan.

Lebih lanjut, Kang Marhaen menjelaskan bahwa sekitar 10 ribu boks susu PKMK yang disalurkan berfungsi sebagai pelengkap gizi, namun para orang tua diharapkan tetap memprioritaskan pemberian ASI eksklusif. Beliau juga memberikan catatan penting mengenai penyebab utama kasus stunting di wilayahnya yang mayoritas berkaitan dengan faktor domestik.

“Hampir 80 persen stunting di Nganjuk dipengaruhi oleh pola asuh orang tua. Karena itu, peran keluarga, terutama ibu, sangat menentukan keberhasilan penanganan stunting,” tegas Kang Marhaen.

Keberhasilan Nganjuk dalam menekan tren prevalensi stunting bahkan telah membuahkan apresiasi berupa dana insentif fiskal dari pemerintah pusat. Dana tersebut kini dialokasikan kembali untuk penguatan program kesehatan dan gizi. Melalui kolaborasi antara Dinas Kesehatan, TP PKK, hingga tingkat puskesmas. Pemerintah Kabupaten Nganjuk berkomitmen menjadikan penanganan stunting sebagai prioritas utama investasi jangka panjang demi mewujudkan generasi yang sehat, unggul, dan berdaya saing di masa depan.