#

Jemput Bola ke Desa, Kepala Dinas PPKB Nganjuk Pastikan Calon Akseptor MOW Terlayani dengan Baik

Nganjuk, PING – Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat Program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana). Langkah nyata ini ditunjukkan dengan aksi "jemput bola" yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas PPKB Kabupaten Nganjuk, Asti Widiartini.

Pada Selasa (06/01/2026), Asti Widiartini beserta jajaran melakukan kunjungan lapangan menemui calon akseptor Metode Operasi Wanita (MOW) di Dusun Pecuk, Desa Pecuk, Kecamatan Patianrowo. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan bahwa masyarakat yang memilih metode kontrasepsi jangka panjang mendapatkan pendampingan yang layak serta edukasi yang tuntas.

Dalam kunjungannya, Kepala Dinas tidak hadir sendirian. Ia didampingi oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dinas PPKB Nganjuk serta Kepala Bidang Keluarga Berencana Dinas PPKB Nganjuk. Kehadiran para pejabat teras ini menunjukkan bahwa pelayanan KB di Kabupaten Nganjuk menjadi prioritas utama dalam agenda pembangunan daerah.

Tak hanya internal Dinas PPKB, kegiatan ini juga menjadi ajang kolaborasi lintas sektor yang melibatkan tim medis dari Dinas Kesehatan, Penyuluh KB (PKB/PLKB), Kepala Desa Pecuk, hingga bidan desa setempat. Sinergi ini dianggap krusial agar layanan kontrasepsi, terutama yang bersifat permanen seperti MOW, dapat terpantau secara terpadu mulai dari administrasi, kesiapan medis, hingga pendampingan pasca-tindakan.

Asti Widiartini menekankan bahwa pemilihan metode MOW bukan sekadar urusan medis, melainkan keputusan besar dalam sebuah keluarga untuk merencanakan masa depan. Oleh karena itu, pihaknya merasa perlu turun langsung untuk melakukan pendekatan persuasif.

"Kami ingin memastikan bahwa calon akseptor MOW mendapatkan informasi yang benar-benar komprehensif. Mulai dari bagaimana prosedurnya, apa saja manfaatnya, hingga bagaimana dampak jangka panjangnya bagi kesehatan dan kesejahteraan keluarga. Tujuannya agar keputusan yang diambil benar-benar berdasarkan kesadaran dan kesiapan mental yang matang," ujar Asti di sela-sela kunjungannya.

Ia menambahkan bahwa edukasi yang jelas akan menghilangkan keraguan atau mitos-mitos yang sering beredar di masyarakat terkait kontrasepsi permanen.

Sebagai bentuk apresiasi dan perhatian terhadap masyarakat yang sadar KB, dalam kegiatan tersebut juga disalurkan bantuan dari Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Nganjuk. Meski Ketua TP PKK tidak dapat hadir secara langsung, bantuan tersebut disampaikan melalui tim Dinas PPKB sebagai wujud kasih sayang dan dukungan moril bagi calon akseptor.

“Program KB ini tidak hanya berorientasi pada pengendalian jumlah penduduk secara kuantitas. Lebih dari itu, tujuannya adalah peningkatan kualitas hidup. Dengan perencanaan keluarga yang baik, kesejahteraan dan kesehatan ibu serta anak akan lebih terjamin,” tambah Asti.

Melalui penguatan program di lapangan seperti ini, Pemerintah Kabupaten Nganjuk berharap angka kepesertaan KB aktif, khususnya Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), terus meningkat. Hal ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam menekan angka stunting serta mewujudkan masyarakat Nganjuk yang lebih sehat dan berkualitas di masa depan.

Kegiatan kunjungan di Desa Pecuk ini diakhiri dengan diskusi hangat bersama calon akseptor dan perangkat desa, memastikan tidak ada kendala teknis menjelang pelaksanaan operasi yang telah dijadwalkan.