Gali Potensi Konten Kreator Muda, MGBK SMP Kabupaten Nganjuk Gelar Lomba Video Pendek Hardiknas
- 22-05-2026
Nganjuk, PING— Pemerintah Kabupaten Nganjuk secara resmi memulai Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II yang berlokasi di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Desa Balonggebang, Kecamatan Gondang, pada Senin, 12 Januari 2026. Kegiatan diawali dengan doa bersama sebagai simbol kebersamaan dan komitmen lintas sektor dalam menyukseskan program prioritas nasional di bidang pendidikan dan pengentasan kemiskinan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Nganjuk, Nur Solekan, dalam laporannya menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden Republik Indonesia, kebijakan Kementerian Sosial RI, serta hasil rapat konsolidasi antara Pemerintah Kabupaten Nganjuk dan Kementerian Sosial RI.
“Melalui kesempatan ini, kami melaporkan perkembangan terkini pelaksanaan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Nganjuk sebagai bentuk akuntabilitas kepada pimpinan daerah dan seluruh pemangku kepentingan,” ungkapnya.
Sekda Nur Solekan menjelaskan bahwa pada tahap perencanaan, Pemkab Nganjuk telah melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Sosial RI terkait konsep, kebutuhan, dan kelembagaan Sekolah Rakyat. Penyiapan dokumen awal perencanaan telah dilaksanakan oleh Dinas Sosial PPPA Kabupaten Nganjuk, sementara identifikasi kebutuhan sarana prasarana serta dukungan anggaran masih terus berjalan.

“Survei dan identifikasi lokasi pembangunan telah dilakukan dengan mempertimbangkan aspek kelayakan lahan, data lingkungan, serta mitigasi risiko kebencanaan. Kami juga melakukan koordinasi lintas perangkat daerah, mulai dari Dinas PUPR, Bappeda, Dinas Pendidikan, hingga Badan Pertanahan, agar pembangunan ini berjalan optimal,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah berkomitmen mendukung pendanaan melalui APBD sesuai kewenangan daerah serta melakukan sinkronisasi berkelanjutan dengan pemerintah pusat untuk menjamin keberlanjutan pembangunan dan operasional Sekolah Rakyat.
Sementara itu, Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro, menegaskan bahwa Sekolah Rakyat adalah wujud nyata keberpihakan negara kepada masyarakat kurang mampu. Menurutnya, Sekolah Rakyat di Gondang dirancang sebagai pendidikan terpadu jenjang SD, SMP, hingga SMA dengan konsep boarding school yang seluruh pembiayaannya ditanggung pemerintah.
“Sekolah ini disiapkan khusus bagi anak-anak dari keluarga yang benar-benar tidak mampu. Mereka akan bersekolah gratis, tinggal di asrama, makan, dan seluruh kebutuhannya dijamin oleh negara. Ini adalah investasi jangka panjang untuk memutus mata rantai kemiskinan,” tegas Mas Handy sapaan akrabnya.

Ia juga menekankan pentingnya ketepatan sasaran penerima manfaat.
“Kami mohon kepada Dinas Sosial, camat, kepala desa, serta didukung TNI dan Polri untuk memastikan calon siswa benar-benar berasal dari keluarga paling membutuhkan. Verifikasi harus dilakukan langsung ke lapangan agar tidak ada kecemburuan sosial dan bantuan benar-benar tepat sasaran,” ujarnya.
Mas Handy menambahkan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat ini tidak hanya berdampak pada sektor pendidikan, tetapi juga pada penataan lingkungan dan keamanan wilayah sekitar.
“Kami ingin kawasan ini terang, tertata, dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Sekolah Rakyat harus menjadi pusat ekosistem baru yang positif bagi lingkungan dan warga Kabupaten Nganjuk,” imbuhnya.
Kegiatan pencanangan tersebut dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk beserta Komisi IV dan anggota, Kepala Satuan Kerja Pelaksana Prasarana Strategis PU Provinsi, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, BPKAD, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Satpol PP, Kepala Dinas Perizinan, Camat Gondang, serta para kepala desa se-Kecamatan Gondang.
Turut hadir tokoh masyarakat, Kepala SMKN 1 Gondang, warga sekitar lokasi pembangunan, seluruh pegawai dan karyawan Dinas Sosial PPPA Kabupaten Nganjuk, serta kontraktor dan konsultan pelaksana pembangunan Sekolah Rakyat.
Pembangunan fisik Sekolah Rakyat ditargetkan rampung pada pertengahan tahun 2026 agar dapat mulai beroperasi pada tahun ajaran baru. Pemerintah Kabupaten Nganjuk optimistis, melalui sinergi pemerintah pusat, daerah, dan seluruh pemangku kepentingan, Sekolah Rakyat di Desa Balonggebang akan menjadi pusat pendidikan inklusif yang berkelanjutan dan berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia. (CS/YS)