Mas Handy Kukuhkan 16 Juru Sembelih Halal Nganjuk
- 24-05-2026
Nganjuk, PING – Puncak peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2025 di Kabupaten Nganjuk berlangsung hikmat dan penuh antusias yang digelar di halaman Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nganjuk, Jumat (12/12/2025). Acara ini menjadi tonggak penting untuk memperkuat kesadaran kolektif tentang pentingnya pengelolaan sampah dan perlindungan lingkungan yang berkelanjutan
Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Nganjuk, Kepala DLH Nganjuk, Camat, Kepala Desa dan Kelurahan penerima penghargaan, Pimpinan Perusahaan, Kepala Sekolah Adiwiyata, Ketua Bank Sampah, Perwakilan Komunitas Lingkungan, serta undangan lainnya.
Mengawali rangkaian kegiatan, Kepala DLH Nganjuk, Sujito, menyampaikan bahwa HPSN bukan sekadar acara seremonial, tetapi bagian dari perjalanan nasional dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah, mengingat setiap tanggal 21 Februari Indonesia selalu memperingatinya sebagai refleksi atas tantangan persampahan yang tidak pernah selesai.
Dalam penjelasannya, Sujito menguraikan bahwa HPSN 2025 mengusung tema nasional “Kolaborasi untuk Indonesia Bersih”. Tema ini menjadi pengingat bahwa penyelesaian persoalan sampah tidak dapat ditangani secara parsial. Ia menekankan, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, komunitas masyarakat, termasuk kelompok bank sampah, harus berperan bersama secara konsisten dan berkeadilan. Kolaborasi tersebut menjadi kunci untuk mewujudkan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.
Lebih lanjut, Sujito memaparkan rincian capaian penghargaan yang diberikan, di antaranya empat sekolah/madrasah penerima Adiwiyata Mandiri dan Adiwiyata Nasional, dua desa/kelurahan Berseri tingkat nasional, 20 desa/kelurahan Berseri tingkat Provinsi Jawa Timur, lima desa penerima penghargaan Berseri tingkat Kabupaten Nganjuk, lima pemenang Lomba Bank Sampah tingkat Kabupaten, serta lima besar Lomba Pengelolaan TPS Limbah B3 perusahaan tingkat Kabupaten. Penilaian dilakukan melalui tahapan ketat sesuai standar DLH, termasuk monitoring langsung ke lapangan.
Sujito juga menekankan pentingnya keberlanjutan program lingkungan. Menurutnya, seluruh penghargaan yang diberikan pada dasarnya bukan tujuan akhir, melainkan pengingat bahwa budaya hidup bersih harus menjadi kebiasaan harian masyarakat Nganjuk. Ia menyebut bahwa gerakan menjaga lingkungan tidak boleh berhenti pada upacara HPSN semata.
“Yang terpenting adalah kualitas lingkungan hidup kita benar-benar meningkat dan memberikan kenyamanan bagi seluruh warga,” tuturnya
Pada kesempatan tersebut, DLH Nganjuk juga menyerahkan fasilitas lingkungan kepada 20 desa/kelurahan penerima Program Berseri Provinsi Jawa Timur. Bantuan ini berupa roda tiga, tempat sampah, dan komposter. Bantuan fasilitas ini diharapkan memperkuat upaya pengurangan sampah dari sumber serta meningkatkan kapasitas desa dan kelurahan dalam pengelolaan sampah terpadu.
Di akhir laporannya, Sujito berharap bahwa rangkaian kegiatan HPSN 2025 dapat menjadi pemantik semangat bagi seluruh pemangku kepentingan. "Semoga apa yang kita lakukan hari ini membawa manfaat bagi bumi tercinta, demi keberlangsungan lingkungan yang lebih baik bagi generasi penerus,” pungkasnya.