#

Tekan Stunting Sejak Kehamilan, Kabupaten Nganjuk Jadi Fokus Program JATIM TERBAIK’S

Nganjuk, PING– Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Kependudukan (DP3AK) menggelar kegiatan JATIM TERBAIK’S (Jawa Timur Tanggap terhadap Ibu Hamil Risiko Stunting) di Pendopo KRT Sosrokoesoemo, Kabupaten Nganjuk, Kamis (18/12/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan pencegahan stunting sejak fase krusial 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dengan sasaran utama ibu hamil berisiko stunting dari lima kecamatan di Kabupaten Nganjuk diantaranya Kecamatan Bagor, Sukomoro, Pace, Nganjuk dan Loceret.

Turut hadir dalam acara Wakil Bupati Nganjuk, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Nganjuk, Wakil Ketua Bidang 1 Tim Penggerak PKK Kabupaten Nganjuk, Kepala DP3AK Provinsi Jawa Timur, Kepala Dinas PPKB Nganjuk, Ibu Hamil Resiko Stunting dari 5 Kecamatan, Koordinator Penyuluh KB, serta undangan terkait.

Kepala DP3AK Provinsi Jawa Timur, Tri Wahyu Liswati, menegaskan bahwa pencegahan stunting harus dimulai sejak kehamilan dan tidak bisa ditunda. Ia menyampaikan bahwa Kabupaten Nganjuk menjadi perhatian khusus karena berdasarkan data SSGI prevalensi stunting mengalami kenaikan hingga di atas 20 persen.

“Kalau kita lengah sedikit saja, angkanya bisa naik. Karena itu ibu hamil harus benar-benar kita dampingi agar bayi dan ibunya lahir sehat dan selamat tanpa stunting,” tegasnya. Ia juga mengingatkan bahwa stunting tidak hanya berdampak pada tinggi badan anak, tetapi juga menurunkan kecerdasan, daya tahan tubuh, hingga produktivitas di masa depan.

Sementara itu, Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro, menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Nganjuk berkomitmen penuh menekan angka stunting melalui penguatan pendampingan ibu hamil dan optimalisasi program kesehatan ibu dan anak.

Ia mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang terus hadir mendampingi Nganjuk melalui program JATIM TERBAIK’S, termasuk pemberian bantuan kepada 100 ibu hamil berisiko stunting. “Bantuan ini kami harapkan benar-benar dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan selama masa kehamilan hingga persalinan nanti,” ujar Mas Handy sapaan akrabnya.

Mas Handy mengungkapkan bahwa peningkatan prevalensi stunting di Kabupaten Nganjuk menjadi tantangan serius yang harus diselesaikan bersama. Oleh karena itu, Pemkab Nganjuk meningkatkan alokasi anggaran khusus penanganan stunting dari sekitar Rp24 miliar menjadi hampir Rp30 miliar. Anggaran tersebut difokuskan pada intervensi gizi, pemantauan kehamilan rutin, serta pencegahan risiko kematian ibu dan bayi. “Ini bukan sekadar angka, tetapi wujud nyata komitmen pemerintah daerah agar ibu dan anak benar-benar terlindungi,” tegasnya.

Selain itu, Mas Handy memastikan seluruh layanan persalinan bagi ibu hamil di Kabupaten Nganjuk gratis tanpa biaya, sepanjang mengikuti prosedur dan program pemerintah yang telah disediakan. “Ibu-ibu tidak perlu khawatir soal biaya melahirkan. Pemerintah daerah sudah menyiapkan fasilitas dan jaminan kesehatan melalui BPJS,” katanya.

Dalam laporan kegiatan, Kepala Bidang PPKB DP3AK Provinsi Jawa Timur Siti Cholisah menjelaskan bahwa pemilihan Kabupaten Nganjuk didasarkan pada data peningkatan prevalensi stunting dari 17,1 persen pada 2023 menjadi 22,8 persen pada 2024, serta meningkatnya kasus anemia pada ibu hamil dan masih tingginya perkawinan usia anak.

“Jika tidak mendapat perhatian dan pendampingan serius, kondisi ini berpotensi menambah kasus stunting di Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Nganjuk,” jelasnya. Melalui JATIM TERBAIK’S, para peserta mendapatkan edukasi kesehatan, penguatan pengasuhan 1.000 HPK, serta bantuan spesifik untuk meningkatkan asupan gizi ibu hamil.

Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap terjadi peningkatan pengetahuan dan kesadaran ibu hamil tentang pentingnya gizi selama kehamilan dan menyusui, perubahan pola makan yang lebih sehat, peningkatan praktik ASI eksklusif, serta penurunan angka stunting pada anak yang lahir dari ibu hamil berisiko. Program JATIM TERBAIK’S diharapkan menjadi langkah konkret dalam mewujudkan generasi Nganjuk dan Jawa Timur yang sehat, tangguh, dan berkualitas sejak dalam kandungan.