Gali Potensi Konten Kreator Muda, MGBK SMP Kabupaten Nganjuk Gelar Lomba Video Pendek Hardiknas
- 22-05-2026
Surabaya, PING-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk menegaskan komitmennya dalam meningkatkan daya saing wilayah melalui penguatan strategi branding. Hal ini diwujudkan dengan partisipasi aktif perwakilan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Nganjuk dalam ajang Leadership Update Forum (LUF) Seri 1 Tahun 2026.
Acara bertajuk “Regional & Institutional Branding: Identitas Kuat, Citra Memikat, Daya Saing Hebat” ini diselenggarakan oleh BPSDM Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan MarkPlus Institute di Aula Sasana Wiyata Praja, Surabaya, Kamis (29/1/2026).
Kegiatan yang diikuti sekitar 220 peserta ini dihadiri oleh Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Direktur Utama BUMD Provinsi Jawa Timur, Sekretaris Daerah se-Jawa Timur, Kepala Dinas Kominfo dan Kepala Bappeda se-Jawa Timur.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, saat membuka acara menyatakan bahwa di tengah persaingan global, pemimpin daerah dituntut memiliki visi strategis dalam dalam menghadapi tantangan pembangunan daerah yang semakin kompetitif.
Ia menyampaikan bahwa pimpinan instansi pemerintah dan BUMD memiliki peran sentral dalam membangun identitas, citra, dan daya saing institusi secara berkelanjutan. Selain itu, ditekankan pula pentingnya sinergi antarperangkat daerah dan BUMD agar strategi branding yang dibangun sejalan dengan visi pembangunan Provinsi Jawa Timur.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala BPSDM Jatim, Dr. Ramliyanto, menjelaskan bahwa LUF adalah program micro learning yang dirancang khusus agar para pejabat di level strategis terus melakukan pembaruan (upgrade) kapasitas kepemimpinan mereka agar tetap relevan dengan dinamika zaman.
Program ini menjadi salah satu ikhtiar untuk menerjemahkan arahan Gubernur Jawa Timur agar para pemimpin birokrasi terus melakukan update dan upgrade kapasitas kepemimpinan secara berkelanjutan sehingga tetap relevan dengan dinamika lingkungan strategis.
Hadir sebagai narasumber utama, pakar pemasaran dunia sekaligus Founder MarkPlus Institute, Dr. (H.C) Hermawan Kartajaya. Ia membedah konsep branding daerah yang bertumpu pada tiga indikator utama, yaitu Tourism (Pariwisata), Trade (Perdagangan), dan Investment (Investasi) atau disingkat TTE.
“Setiap daerah harus punya passion. Kabupaten/kota lainnya harus berani menonjolkan diferensiasi. Apa yang membuat unik atau beda? Karakter khas itulah yang akan membangun kepercayaan publik dan menarik minat investor,” ujar Hermawan.
Hadirnya Kabupaten Nganjuk dalam forum ini menjadi sinyal kuat bahwa pemkab tengah serius menggarap potensi lokal untuk dibawa ke level yang lebih tinggi. Dengan mengintegrasikan aspek perencanaan dari Bappeda dan kekuatan publikasi dari Kominfo, Nganjuk optimistis dapat menciptakan citra positif yang mampu mendongkrak Kabupaten Nganjuk. Sehingga Kabupaten Nganjuk tidak hanya dikenal di level regional, tetapi juga memikat di kancah nasional.