Gali Potensi Konten Kreator Muda, MGBK SMP Kabupaten Nganjuk Gelar Lomba Video Pendek Hardiknas
- 22-05-2026
Nganjuk, PING – Ratusan pemuda dan pelajar memadati Aula SMK Muhammadiyah 1 Nganjuk pada Minggu (1/2/2026) dalam acara Seminar dan Talkshow bertajuk "Pemuda Mandiri Ekonomi". Acara ini hadir sebagai jawaban atas tantangan generasi muda dalam menyeimbangkan antara tanggung jawab pendidikan dan keinginan untuk memiliki penghasilan sendiri.
Ruli Ismawati, selaku Chairperson of Iswara Nganjuk sebagai ketua penyelenggara menyampaikan bahwa kegiatan ini menghadirkan narasumber berkelas internasional, yang akan mengupas tuntas cara membangun kapasitas diri untuk menjalani peran ganda sebagai pelajar atau mahasiswa sekaligus pelaku bisnis.
“Kesuksesan acara ini juga tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Sinergi antara praktisi, akademisi, dan pendukung acara ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi pemuda Nganjuk untuk lebih mandiri secara ekonomi dan terus berkarya demi masa depan yang lebih baik, ungkapnya.

Topik utama "Membangun Kapasitas Diri dalam Menjalani Peran Ganda" diharapkan mampu memicu semangat para peserta agar tidak hanya bermimpi, tetapi berani mengeksekusi ide bisnis mereka sejak dini tanpa meninggalkan kewajiban belajar.
Acara yang dimoderatori oleh Hendrawan Nurdiansyah ini menghadirkan 2 pembicara utama yang memberikan perspektif yang berbeda namun saling melengkapi. Yang pertama Patricia Deby, seorang peraih beasiswa LPDP dan lulusan terbaik Universitas Airlangga yang kini berkarier di San Francisco, Amerika Serikat. Dengan sertifikasi dari Stanford University, Patricia menekankan pentingnya strategi Go-To-Market bagi anak muda yang ingin memulai langkah di dunia profesional global.
Patricia juga membagikan tips kepada peserta untuk menekankan pentingnya menghindari multi-tasking jika seseorang baru memulai sesuatu yang baru. Baginya, mengerjakan satu tugas dengan sepenuh hati jauh lebih efektif daripada mencoba melakukan segalanya sekaligus namun hasilnya tidak maksimal.
Ia juga menerapkan prinsip delegasi. Jika suatu tugas bisa dilakukan oleh orang lain, ia tidak segan untuk meminta bantuan. “Hal ini akan memberi saya ruang untuk fokus pada prioritas utama yang hanya bisa saya tangani sendiri,” tegasnya.
Juga Hanief Iksa, Owner dari Kong Vector, sebuah perusahaan desain grafis dan animasi dengan pasar internasional. Hanief membagikan kisah suksesnya membangun bisnis kreatif yang merambah sektor informatika, kesehatan, hingga F&B, membuktikan bahwa kreativitas dari daerah bisa menembus batas negara.
Dia juga menjelaskan tentang perbedaan mentalitas antara seorang pengeluh dan seorang pekerja profesional. Menurutnya bahwa seorang pekerja yang baik selalu bertanya, "Apa yang harus saya kerjakan hari ini?" Ia menggambarkan sikap profesional sebagai kesiapan untuk menerima instruksi atasan dan mengeksekusi tugas tersebut dengan kualitas terbaik.
Selain mendapatkan wawasan baru, para peserta juga dimanjakan dengan berbagai fasilitas seperti snack, doorprize, serta kesempatan networking untuk memperluas jaringan pertemanan dan bisnis. Acara yang berjalan sukses dan mendapatkan antusiasme tinggi, menandakan besarnya minat pemuda di Nganjuk untuk menjadi agen perubahan di sektor ekonomi.