#

Sinergi Kelompok Tani Lohjinawi dan Diperta Nganjuk Jaga Ketahanan Pangan

Nganjuk, PING– Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk melaksanakan Gerakan Pengendalian (GERDAL) terhadap Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) penyakit Hawar Daun Bakteri (HDB) yang disebabkan oleh Xanthomonas oryzae serta penyakit Blas akibat Magnaporthe oryzae pada tanaman padi. Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah pengendalian dini guna menekan tingkat serangan dan mencegah meluasnya kerusakan tanaman padi.

GERDAL dilaksanakan pada Jumat, 30 Januari 2026, di lahan pertanian Kelompok Tani Lohjinawi, Desa Jetis, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk. Komoditas yang ditangani adalah tanaman padi varietas Logawa dengan umur tanaman 40–50 Hari Setelah Tanam (HST).

Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, luas hamparan tanaman padi mencapai 30 hektare, dengan luas serangan OPT sebesar 0,6 hektare. Intensitas serangan tercatat 9,7 persen, sehingga diperlukan tindakan pengendalian segera untuk mencegah peningkatan serangan. Adapun luas area yang dilakukan pengendalian mencapai 4 hektare.

Pengendalian OPT dilakukan menggunakan bakterisida dan fungisida Nordox dengan bahan aktif tembaga oksida, yang diaplikasikan dengan dosis 3 gram per 1 liter air. Penggunaan bahan pengendali ini disesuaikan dengan rekomendasi teknis agar efektif menekan perkembangan patogen tanpa menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk, Ida Shobihatin, menegaskan bahwa kegiatan GERDAL merupakan langkah strategis dalam melindungi tanaman padi dari serangan penyakit sejak dini.

“Gerakan pengendalian ini sangat penting untuk memutus siklus perkembangan penyakit Hawar Daun Bakteri dan Blas. Dengan pengendalian yang tepat dan cepat, kita dapat mencegah kerugian hasil panen serta menjaga produktivitas padi di Kabupaten Nganjuk,” terangnya.

Ida juga mengimbau petani agar rutin melakukan pengamatan di lahan dan segera melaporkan apabila ditemukan gejala serangan OPT, sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat dan terpadu.

Melalui kegiatan ini, Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk menegaskan komitmennya bersama petani dalam menjaga kesehatan tanaman padi dan mendukung ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.