#

Bakar Semangat Santri YTP Kertosono, Bupati Nganjuk: Sukses Itu Ditentukan Mental dan Karakter

Nganjuk, PING Kehadiran Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, dalam acara Roadshow Generasi Berencana (GenRe) di Pondok Pesantren YTP Kertosono, Rabu (4/2/2026), membawa energi baru bagi para santri. Tidak sekadar memberikan sambutan seremonial, Bupati yang akrab disapa Kang Marhaen ini memberikan sesi motivasi khusus untuk membekali ratusan siswa menghadapi tantangan masa depan.

Di hadapan sekitar 250 siswa-siswi Madrasah Aliyah, Kang Marhaen menekankan bahwa kunci kesuksesan di era modern tidak hanya bergantung pada kecerdasan intelektual (IQ), melainkan dominasi kecerdasan emosional (EQ) dan mentalitas yang tangguh.

"Adik-adik harus tahu, sukses itu 80 persen ditentukan oleh EQ, oleh mental dan karakter kalian. Mulai sekarang, bangunlah mindset juara. Setiap hari, tanamkan sugesti positif pada diri sendiri: 'Saya anak hebat, saya pasti sukses, saya bisa'," ujar Kang Marhaen memotivasi.

Ia mengingatkan para santri agar menjauhi sikap pesimis dan mentalitas pengeluh. Menurutnya, lingkungan pergaulan sangat mempengaruhi pola pikir. "Jangan membiasakan diri mengeluh dan hindari lingkaran pertemanan yang suka sambat, karena energi negatif itu menular. Jadilah generasi yang selalu optimis," tambahnya.

Wujudkan Generasi Berencana

Selain membangun mental juara, Kang Marhaen juga menyoroti isu krusial mengenai pendewasaan usia perkawinan. Ia mengungkapkan data evaluasi tahun sebelumnya di mana angka dispensasi nikah di Kabupaten Nganjuk masih mencapai 157 kasus.

Bupati mengajak para santri untuk menjadi agen perubahan dengan tidak terburu-buru menikah pasca lulus sekolah. Ia mensosialisasikan batasan usia ideal pernikahan sesuai arahan BKKBN, yakni minimal 21 tahun untuk perempuan dan 25 tahun untuk laki-laki.

"Pemerintah menetapkan usia ideal ini agar kalian benar-benar siap, baik secara fisik, mental, maupun ekonomi. Jangan sampai lulus madrasah cita-citanya langsung menikah. Kejar dulu pendidikan setinggi mungkin, matangkan potensi diri," tegasnya.

Belajar dari Pengalaman

Untuk meyakinkan para santri, Kang Marhaen turut membagikan kisah inspiratif perjalanan hidupnya. Lahir dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi, ia membuktikan bahwa latar belakang bukanlah penghalang untuk meraih mimpi dan menjadi pemimpin daerah.

"Saya ingin membuktikan kepada kalian bahwa anak dari keluarga biasa pun bisa sukses asal punya tekad yang kuat. Manfaatkan masa muda ini untuk hal-hal positif, hindari narkoba, hindari pergaulan bebas, dan fokus merakit masa depan," pungkasnya yang disambut tepuk tangan meriah dari para peserta dan dewan guru.