#

Cetak Generasi Tangguh 2045, Pemkab Nganjuk Gelar Roadshow Duta GenRe ke SMKN 1 Tanjunganom

Nganjuk, PING– Pemerintah Kabupaten Nganjuk kembali menggelar Road Show Duta Generasi Berencana (GenRe) sebagai upaya mencetak remaja yang tangguh dan sehat menuju Indonesia Emas 2045. Kali ini, kegiatan tersebut diselenggarakan di SMK Negeri 1 Tanjunganom, Kamis (5/2/2026). Kegiatan ini digelar untuk membentengi para siswa dari berbagai ancaman sosial yang dapat merusak masa depan mereka.

Turut hadir dalam acara Wakil Bupati Nganjuk, Ketua Bidang I TP PKK Kabupaten Nganjuk, Anggota Komisi IV DPRD Nganjuk, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur wilayah Kabupaten Nganjuk, Kepala Dinas PPKB Nganjuk, Forkopimcam Tanjunganom, Kepala SMKN 1 Tanjunganom beserta Dewan Guru, Duta Genre Tahun 2025 Kabupaten Nganjuk, serta siswa siswi SMKN 1 Tanjunganom.

Kehadiran jajaran Pemerintah Kabupaten Nganjuk ini disambut hangat oleh Kepala SMKN 1 Tanjunganom, Harbudi Susilo. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas terpilihnya SMKN 1 Tanjunganom sebagai lokasi sosialisasi. Harbudi berharap anak didiknya dapat mengambil ilmu sebanyak mungkin agar bisa berkontribusi positif bagi kemajuan daerah.

"Semoga anak-anak kami siap mensukseskan kegiatan ini, siap menerima materi, dan menjalankan kegiatan positif di Kabupaten Nganjuk," ungkapnya dengan penuh optimisme.

Kepala Dinas PPKB Kabupaten Nganjuk, Asti Widyartini, dalam laporannya menjelaskan bahwa agenda ini merupakan misi strategis untuk mensosialisasikan program Bangga Kencana. Fokus utamanya adalah memberikan pemahaman mendalam mengenai bahaya "Triad KRR", yakni tiga ancaman dasar kesehatan reproduksi yang kerap mengintai usia remaja.

"Tujuannya mensosialisasikan kepada para remaja agar terhindar dari Triad KRR, yaitu tiga ancaman dasar kesehatan reproduksi remaja antara lain pernikahan dini, seks bebas, serta NAPZA," jelas Asti Widi di hadapan ratusan siswa.

Asti juga menambahkan bahwa edukasi ini penting agar para pelajar memiliki kesiapan mental dan informasi yang tepat mengenai kehidupan berkeluarga sebelum memutuskan untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius.

Sementara itu, Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro atau yang akrab disapa Mas Handy, memberikan arahan yang cukup tegas namun inspiratif. Mas Handy tidak menutupi keprihatinannya atas fenomena kenakalan remaja di wilayah Nganjuk, terutama terkait angka kehamilan di luar nikah yang masih ditemukan di kalangan pelajar. Dirinya mengungkapkan fakta bahwa banyak pernikahan dini yang terjadi bukan atas dasar kesiapan, melainkan karena keterpaksaan situasi.

"Seratus pelajar di Nganjuk tercatat hamil di luar nikah. Jadi yang nikah dini sebagian besarnya bukan karena memang sama-sama suka terus menikah, tapi karena kebablasan," tegas Mas Handy.

Sebagai langkah preventif, Mas Handy mendorong para siswa untuk menjadi pribadi yang visioner dengan memiliki perencanaan hidup yang berlapis atau tidak terpaku pada satu jalan saja. Menurutnya, remaja yang tangguh adalah mereka yang selalu siap dengan berbagai skenario masa depan. Ia menekankan pentingnya memiliki rencana cadangan agar mental remaja tidak mudah jatuh saat menghadapi kegagalan.

"Kita harus punya rencana. Ada Plan A, Plan B, hingga Plan Z. Ketika kita melakukan sesuatu dan tidak sesuai harapan, kita tidak kecewa berlarut-larut, tapi otak langsung berpikir untuk menuju ke rencana kedua," tutur Wakil Bupati muda tersebut.

Mengakhiri arahannya, Mas Handi berpesan agar para siswa tetap menjaga etika dan tidak merendahkan orang lain dalam proses menggapai cita-cita. Ia mengingatkan bahwa kesuksesan setiap orang memiliki waktunya masing-masing dan seringkali datang dari arah yang tidak terduga.

"Jangan pernah meremehkan orang terdekat atau orang sekitar kalian, karena kalian tidak akan tahu suatu saat orang yang kalian remehkan bisa jadi lebih besar dan lebih maju daripada kalian," pungkasnya.