#

Kawal Panen Raya 40 Ribu Hektare, Pemkab Nganjuk Dan Bulog Jamin Stabilitas Harga Dan Penyerapan

Nganjuk, PING– Pemerintah Kabupaten Nganjuk bergerak cepat melakukan konsolidasi lintas sektoral guna menyambut masa panen raya padi yang diprediksi akan berlangsung dalam satu hingga dua bulan ke depan. Langkah ini diambil untuk memastikan potensi hasil bumi Nganjuk yang melimpah dapat terserap maksimal dengan harga yang menguntungkan bagi petani.

Berdasarkan data teknis, Kabupaten Nganjuk memiliki potensi luas panen mencapai 40.000 hektare dengan estimasi produksi gabah mencapai 280.000 ton. Untuk menjaga kedaulatan pangan dan stabilitas harga, Bulog Kediri telah menetapkan target penyerapan khusus wilayah Nganjuk sebesar 50.000 ton.

Wakil Bupati Nganjuk menegaskan bahwa keberlimpahan hasil panen tahun ini harus berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan petani. Beliau meminta komitmen serius dari Bulog dan seluruh mitra kerja (Maklon) untuk memprioritaskan penyerapan gabah lokal milik petani Nganjuk agar tidak terjadi permainan harga oleh spekulan.

"Sinergi antara pemerintah, Bulog, dan mitra kerja adalah kunci. Kita harus memastikan seluruh hasil keringat petani Nganjuk terserap dengan harga yang layak dan kompetitif," tegas Wakil Bupati dalam rapat koordinasi tersebut.

Harga gabah di tingkat lapangan terpantau cukup stabil dan menggembirakan di kisaran Rp6.800 hingga Rp7.000 per kilogram. Pemerintah Kabupaten Nganjuk bersama aparat keamanan berkomitmen melakukan pengawalan ketat agar harga tidak jatuh di bawah Rp6.500 saat puncak panen raya tiba.

Selain masalah harga, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Nganjuk Judy Ernanto menyoroti aspek kualitas gabah yang seringkali terdampak cuaca. Pihaknya mengantisipasi kendala teknis pada mesin pengering (dryer) di penggilingan yang beban kerjanya meningkat tajam saat musim panen, guna menghindari antrean panjang yang dapat merugikan petani.

Sinergi Keamanan dan Pendampingan Lapangan Keamanan distribusi dan pemantauan kualitas di desa-desa akan dikawal ketat oleh sinergi antara Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Babinsa, dan Bhabinkamtibmas. Petugas lapangan diinstruksikan untuk terus mendampingi petani agar hasil panen memenuhi standar penyerapan nasional.

Upaya besar ini merupakan bagian dari dukungan nyata Kabupaten Nganjuk terhadap program swasembada pangan nasional yang dicanangkan Presiden RI, khususnya pada komoditas beras dan jagung. Dengan persiapan matang ini, diharapkan masa panen raya kali ini menjadi momentum kebangkitan ekonomi bagi seluruh masyarakat, terutama para petani di wilayah Nganjuk.