Gali Potensi Konten Kreator Muda, MGBK SMP Kabupaten Nganjuk Gelar Lomba Video Pendek Hardiknas
- 22-05-2026
Nganjuk, PING– Semangat kemanusiaan terpancar jelas di Balaidesa Gondangkulon, Kecamatan Gondang saat puluhan warga berkumpul untuk mengikuti aksi donor darah, Rabu (21/1/2026). Kegiatan yang diinisiasi oleh Tim Penggerak PKK Desa Gondangkulon bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Nganjuk ini mengusung misi mulia bahwa setetes kebaikan dari para pendonor mampu menyelamatkan nyawa mereka yang membutuhkan. Pelaksanaan donor darah dimulai sejak pukul 08.00 WIB dan mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat yang sadar akan pentingnya menjaga ketersediaan stok darah daerah.
Ketua TP PKK Desa Gondangkulon, Ida Puspitorini, menyampaikan bahwa agenda ini merupakan bentuk kepedulian sosial yang nyata dari organisasi yang dipimpinnya. Beliau menekankan bahwa selain membantu sesama, donor darah juga menjadi cara bagi warga untuk menerapkan gaya hidup sehat.
"Kami sangat mengapresiasi antusiasme warga Gondangkulon yang hadir. Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan jiwa sosial sekaligus mengedukasi masyarakat bahwa donor darah itu menyehatkan bagi si pendonor sendiri," ujar Ida Puspitorini di sela-sela memantau jalannya kegiatan.

Senada dengan hal tersebut, Ketua PMI Nganjuk, Lishandoyo, memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi yang terjalin dengan pemerintah desa dan penggerak PKK. Menurutnya, inisiatif di tingkat desa seperti ini sangat krusial dalam menjaga stabilitas stok kantong darah di Kabupaten Nganjuk yang kebutuhannya terus meningkat setiap harinya. Lishandoyo berharap langkah yang diambil oleh Desa Gondangkulon dapat menjadi contoh bagi wilayah lain untuk rutin menyelenggarakan aksi serupa secara berkala.
"Sinergi antara PKK dan PMI ini adalah kunci untuk memastikan tidak ada warga kita yang kekurangan akses darah saat darurat. Saya sangat berterima kasih kepada para pendonor, karena setiap kantong darah yang terkumpul hari ini adalah harapan baru bagi pasien-pasien di rumah sakit," ungkap Lishandoyo saat memberikan keterangannya.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, diharapkan kesadaran kolektif masyarakat terhadap aksi donor darah tetap terjaga demi keberlangsungan pelayanan kesehatan di Nganjuk.