#

BPBD Nganjuk Imbau Waspada Cuaca Ekstrem, Potensi Bencana Mengintai Sepekan ke Depan

Nganjuk, PING – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Nganjuk mengimbau masyarakat serta seluruh instansi terkait untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Imbauan tersebut dikeluarkan menyusul rilis resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait peningkatan aktivitas cuaca ekstrem di wilayah Jawa Timur, termasuk Kabupaten Nganjuk.

Berdasarkan informasi BMKG, seluruh wilayah Jawa Timur saat ini masih berada dalam musim hujan, dengan beberapa daerah diprakirakan mengalami puncak musim hujan. Dalam periode 21 hingga 28 Februari 2026, diperkirakan terjadi peningkatan signifikan cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berpotensi disertai petir dan angin kencang.

Kondisi tersebut dipengaruhi oleh aktifnya monsun Asia serta adanya gangguan gelombang atmosfer, seperti Low Frequency, Madden Julian Oscillation (MJO), dan Gelombang Rossby yang melintasi wilayah Jawa Timur. Selain itu, suhu muka laut di sekitar Selat Madura yang masih cukup tinggi serta kondisi atmosfer lokal yang labil turut mendukung pertumbuhan awan konvektif penyebab hujan lebat.

BPBD Kabupaten Nganjuk menekankan bahwa wilayah dengan topografi curam, perbukitan, dan tebing perlu meningkatkan kewaspadaan karena berpotensi terdampak bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang, hingga berkurangnya jarak pandang.

Kalaksa BPBD Kabupaten Nganjuk, Sutomo, mengingatkan masyarakat agar tidak lengah dan selalu mengikuti perkembangan informasi cuaca terkini.

“Kami mengimbau masyarakat Nganjuk untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di daerah rawan longsor dan banjir. Jika terjadi hujan lebat dalam durasi panjang, segera lakukan langkah antisipasi dan hindari aktivitas berisiko,” ujar Sutomo.

Ia menambahkan, BPBD telah menyiagakan personel serta terus berkoordinasi dengan BMKG, relawan kebencanaan, dan pemerintah desa guna memastikan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.

“Kami juga meminta masyarakat aktif memantau informasi resmi dari BMKG dan BPBD. Apabila terjadi kejadian darurat atau bencana, segera laporkan ke Pusdalops BPBD Kabupaten Nganjuk agar dapat ditangani dengan cepat,” tambahnya.

Sebagai langkah kesiapsiagaan, masyarakat diimbau untuk memastikan saluran drainase tidak tersumbat, memangkas pohon yang berpotensi tumbang, serta meningkatkan kehati-hatian saat beraktivitas di luar ruangan. Untuk kondisi darurat kebencanaan, masyarakat dapat menghubungi Call Center Pusdalops BPBD Kabupaten Nganjuk di 0821-3112-8828 atau 0857-0727-8327.

BPBD Kabupaten Nganjuk menegaskan bahwa penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab bersama, sehingga sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama dalam meminimalkan risiko dan dampak cuaca ekstrem.